PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 1,36% pada Februari 2026 dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-on-month).
Volume peti kemas meningkat dari 117.000 Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) di Januari 2026 menjadi 119.000 TEUs pada Februari 2026.
Kinerja positif di Februari 2026 didorong oleh kontribusi peti kemas internasional sebesar 113.000 TEUs dan domestik sebesar 6.000 TEUs.
Sebagai perbandingan, pada Januari 2026 arus peti kemas internasional mencapai 110.000 TEUs, sedangkan domestik sebesar 7.000 TEUs.
Berdasarkan perbandingan year-on-year, arus peti kemas internasional pada periode Januari – Februari 2026 sebanyak 223.000 TEUs atau terkoreksi 0,06% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 232.000 TEUs.
Secara total, arus peti kemas, baik domestik maupun internasional, terkoreksi sebesar 3,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 246.000 TEUs menjadi 237.000 TEUS.
Faktor penyebab adanya koreksi pada throughput year-on-year, karena pada arus peti kemas internasional dan domestik terjadi unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume dan ship’s call kapal.
Hal ini terjadi karena jadwal layanan pelayaran dipertahankan dan volume kargo tidak tumbuh secepat kapasitas angkut yang tersedia.
Dari sisi perdagangan luar negeri, arus ekspor pada Februari 2026 mengalami pertumbuhan month-on-month sebesar 3,77%, dari 53.000 TEUs menjadi 55.000 TEUs.
Di sisi impor, juga terjadi kenaikan sebesar 1,79% dari 56.000 TEUs menjadi 57.000 TEUs.
Perbandingan arus peti kemas antara ekspor dan impor Januari – Februari 2026 adalah 49% (109.000 TEUs) untuk petikemas ekspor dan 51% (113.000 TEUs) untuk peti kemas impor.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, arus peti kemas ekspor impor tahun 2026 untuk persentase perbandingan tidak mengalami perubahan.
Persentase ekspor 49% di tahun 2025 merupakan kontribusi arus peti kemas sebanyak 115.000 TEUs, sedangkan 51% arus peti kemas impor pada Januari – Februari 2026 tercatat sebanyak 116.000 TEUs.
Jumlah kunjungan kapal ke TPS selama dua bulan pertama tahun 2026 juga mencatatkan peningkatan 0,49%, dari 202 kunjungan pada tahun lalu menjadi 203 kunjungan di tahun ini.
“Pertumbuhan arus peti kemas ini mencerminkan kinerja operasional TPS yang tetap terjaga dan konsisten, meskipun dihadapkan pada dinamika logistik internasional yang terus berkembang,” ujar Sekretaris Perusahaan TPS Erika Asih Palupi.
Dia menambahkan bahwa capaian tersebut didukung oleh keandalan layanan bongkar muat, efektivitas operasional terminal dan komitmen TPS dalam menjaga kelancaran proses pelayanan kepada seluruh pengguna jasa.
Sementara itu, dari sisi pengguna jasa, Importir dari CV Surya Bhakti Mandiri Medy Prakoso, turut mengapresiasi kualitas layanan yang diberikan TPS.
Menurutnya, berbagai perbaikan yang dilakukan TPS selama ini telah memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas logistik para pelaku usaha terutama dari sisi importir.
“Kami selaku pengguna jasa TPS sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh TPS, khususnya layanan delivery peti kemas impor,” tutur Medy, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Surabaya ini.
Truck Round Time (TRT) berkisar di bawah 45 menit, sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu dalam pengeluaran peti kemas impor ke gudang pemilik barang. “Semoga ke depan layanan TPS dapat terus ditingkatkan bagi seluruh pengguna jasa.”
Dari sisi produktivitas, TPS mencatatkan rata – rata kinerja bongkar muat sebesar 50 box/ship/hour selama dua bulan pertama tahun 2026, melebihi standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yaitu 48 box/ship/hour.
Selain itu, TPS berhasil mempertahankan posisi dominan di pasar peti kemas internasional dengan penguasaan pangsa pasar (market share) sebesar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. B




