Angkutan Ritel KAI Triwulan I/2026 Capai 61.187 Ton

Pelayanan KAI Logistik melalui KALOG Express untuk kendaraan bermotor dan pengiriman lainnya. (dok. kalogistics.co.id)
Bagikan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kinerja positif pada layanan angkutan ritel selama Triwulan I/2026.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, volume angkutan ritel mencapai 61.187 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 60.544 ton.

Pergerakan ini menunjukkan distribusi barang yang terus berlangsung dengan akomodasi kereta api.

Layanan kereta api semakin dimanfaatkan sebagai pilihan distribusi yang efisien dan terjangkau.

Perjalanan barang melalui jalur rel membantu menjaga kelancaran arus pasok, terutama untuk kebutuhan harian masyarakat dan aktivitas usaha yang terus berjalan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, angkutan ritel memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi.

“Setiap pengiriman yang dilakukan melalui kereta api membawa manfaat bagi banyak pihak, mulai dari pelaku usaha hingga masyarakat yang menerima barang dengan lebih cepat dan terjangkau,” ujarnya.

Layanan angkutan ritel KAI dijalankan melalui pola kerja sama Business to Business (B2B) dengan berbagai mitra logistik.

Dalam praktiknya, layanan ini terhubung dengan kebutuhan masyarakat luas melalui kolaborasi bersama perusahaan ekspedisi, fulfillment e-commerce hingga jasa pengiriman yang menjadi bagian dari rantai distribusi.

Di balik pergerakan tersebut, angkutan retail turut mendukung pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) dalam memperluas jangkauan pasar.

Produk makanan, fesyen hingga kerajinan dapat dikirim dengan efisien dan waktu yang terjaga, sehingga membantu pelaku usaha menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan daya saing.

Bagi masyarakat, layanan ini hadir dalam bentuk yang dekat dengan keseharian.

Paket yang dikirim melalui jasa ekspedisi, pesanan belanja daring hingga kebutuhan usaha lokal menjadi bagian dari distribusi yang terhubung dengan kereta api. Alur pengiriman yang teratur ikut menjaga ketersediaan barang.

Secara operasional, kereta api memberikan kepastian jadwal dan kapasitas angkut yang konsisten, sehingga menjadi nilai tambah bagi mitra logistik dalam merencanakan distribusi secara lebih efektif, sekaligus menjaga kualitas layanan kepada pelanggan akhir.

“Angkutan ritel menjadi bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan layanan logistik yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Kami terus menjaga kualitas layanan agar distribusi barang dapat berjalan lancar dan manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelaku usaha dan masyarakat,” tutur Anne. B

 

Komentar

Bagikan