
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menghadirkan wadah inklusif bagi pelaku usaha makanan dan minuman di seluruh Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar dan mengenalkan kekayaan rasa nusantara kepada masyarakat luas melalui gelaran Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana saat membuka WIG Culinary Festival 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta mengatakan, festival ini dirancang menjadi ruang kolaborasi yang inklusif bagi para pelaku usaha makanan dan minuman untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia.
Melalui festival ini, lanjutnya, masyarakat diajak mengenal keberagaman cita rasa nusantara, termasuk cerita, tradisi dan kearifan lokal yang melekat pada setiap hidangan sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
“Kehadiran Culinary Festival juga sekaligus menjadi ruang promosi dan akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha makanan dan minuman,” katanya.
WIG Culinary Festival 2026 berlangsung pada 7 Oktober hingga 1 November 2026 secara serentak di 34 pusat perbelanjaan yang tersebar di 17 kota di Indonesia.
Sejumlah kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan antara lain Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Surakarta, Sleman, Sukoharjo, Surakarta, Bandung, Semarang, Magelang, Pontianak, Palembang, Bali, dan Yogyakarta.
Festival tahun ini juga menandai perluasan cakupan program Wonderful Indonesia Gastronomy yang sebelumnya dikenal sebagai Wonderful Indonesia Gourmet pada 2025.
Setelah memperkenalkan wajah gastronomi kontemporer melalui Wonderful Indonesia Gourmet tahun 2025 di Jakarta dan Bali, tahun ini Kemenpar mengangkat kekayaan akar sejarah, tradisi dan budaya melalui rangkaian Wonderful Indonesia Gastronomy di Surakarta dan Yogyakarta, dengan pendekatan yang lebih inklusif, serta menjangkau seluruh ekosistem kuliner Indonesia.
Pengembangan tersebut mencakup keterlibatan petani, produsen pangan artisan, pengusaha kuliner hingga koki profesional yang memiliki peran saling terhubung dalam menghadirkan pengalaman gastronomi Indonesia.
Menurut Menpar, melalui Wonderful Indonesia Gastronomy, Kemenpar ingin menjadikan kekayaan tersebut sebagai salah satu kekuatan pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Tercatat sektor penyedia makan dan minum bahkan memiliki kontribusi ekonomi yang signifikan di tahun 2025 dengan menyumbang sebesar Rp503,5 triliun atau sekitar 2,11% terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
“Visi kami adalah memperluas pengenalan terhadap destinasi, produk dan talenta kuliner Indonesia, mendorong transaksi bagi pelaku usaha, serta mengembangkan kekayaan lokal menjadi pengalaman wisata yang bermakna,” tutur Menpar.
Dia menegaskan, kekayaan kuliner Indonesia merupakan salah satu keunggulan yang dapat menghadirkan pengalaman wisata lebih autentik dan berkesan.
“Wisatawan tidak hanya menikmati cita rasa makanan, tapi juga memiliki kesempatan untuk memahami sejarah, tradisi dan kehidupan masyarakat di daerah asal kuliner tersebut,” ungkapnya.
Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan wisatawan untuk mengunjungi langsung berbagai destinasi di Indonesia, mengenal budaya setempat dan menikmati kekayaan kuliner di tempat asalnya.
Dengan demikian, pengembangan gastronomi tidak hanya berorientasi pada peningkatan konsumsi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian warisan budaya, penguatan identitas daerah dan pemerataan manfaat ekonomi pariwisata.
Menpar berharap penyelenggaraan WIG Culinary Festival 2026 melalui kolaborasi dengan Indonesia Gastronomy Network (IGN) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dapat memperluas akses pasar bagi para pelaku kuliner, sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan gastronomi nusantara.
Festival ini turut didukung oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) sebagai main banking partner dan juga BCA Mastercard sebagai supporting partner.
Melalui dukungan ini BTN menghadirkan penawaran khusus, seperti cashback 30%, sedangkan BCA Mastercard memberikan diskon hingga 25% dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Adapun untuk penyelenggaraan WIG Culinary Festival 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, berkolaborasi dengan Anne Avantie yang turut mempromosikan beragam kuliner khas Semarang, seperti tahu petis, lumpia, tahu pong, kue sisir, es gempol pleret, dan lainnya.
Menpar menambahkan bahwa kolaborasi ini menunjukkan bahwa promosi pariwisata dapat dilakukan di berbagai ruang, termasuk pusat perbelanjaan yang menjadi bagian dari aktivitas sehari – hari masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah membangkitkan minat masyarakat untuk berkunjung langsung ke destinasi menikmati kekayaan kuliner kita,” tegasnya.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang pertemuan antara pengusaha kuliner, pengelola pusat perbelanjaan, mitra usaha dan konsumen, sehingga tercipta peluang kerja sama yang berkelanjutan.
Lebih jauh, penyelenggaraan festival ini menjadi bagian dari upaya Kemenpar untuk menempatkan gastronomi sebagai salah satu daya tarik utama pariwisata Indonesia yang berkualitas, berkelanjutan, inklusif dan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.
Menpar mengajak masyarakat untuk menjadikan kuliner nusantara sebagai bagian dari kebanggaan nasional, sekaligus memperkenalkan keragaman budaya Indonesia melalui pengalaman wisata yang autentik.
“Melalui festival ini, kami berharap dapat meningkatkan traffic pengunjung pusat perbelanjaan, mendorong transaksi di gerai makanan dan minuman, serta menggerakkan aktivitas ekonomi yang manfaatnya menjangkau para pelaku usaha dan rantai pasoknya,” jelasnya.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, dua alasan utama mengapa pusat perbelanjaan menyambut baik dan mendukung penuh kerja sama antara Kemenpar dan Indonesia Gastronomy Network dalam memperkenalkan WIG Culinary Festival.
Pertama pusat perbelanjaan sebagai fasilitas publik yang strategis. Pusat perbelanjaan merupakan fasilitas yang paling dekat dengan publik, sehingga sangat strategis untuk digunakan sebagai sarana edukasi, salah satunya dalam memperkenalkan gastronomi.
Kemudian, pusat perbelanjaan sebagai social connection hub. Fungsi pusat perbelanjaan saat ini telah bergeser, tidak lagi sekadar tempat untuk berbelanja, melainkan lebih sebagai wadah koneksi sosial.
Alphonzus berharap acara WIG dapat diselenggarakan dalam skala yang lebih kecil, tapi rutin diadakan setiap bulan secara bergilir di tiap – tiap kota di Indonesia.
Dengan demikian, gaung WIG dapat terus terdengar secara konsisten. “Mudah – mudahan pusat perbelanjaan di Indonesia bisa terus mendukung seluruh program – program Kementerian Pariwisata.”
Direktur Network and Retail Funding Bank Tabungan Negara (BTN) Rully Setiawan menambahkan, kesiapannya untuk senantiasa mendukung berbagai acara pariwisata termasuk kuliner melalui WIG Culinary Festival.
“Kami doakan semoga Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival ini yang yang akan dilakukan sampai dengan 1 November 2026 berjalan sukses dan membawa kuliner nusantara menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya. B



