Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (Pemprov DKI) Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp5,07 triliun untuk mendukung elektrifikasi bus TransJakarta, sekaligus untuk mendorong penggunaan transportasi umum yang lebih ramah lingkungan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal tersebut saat menghadiri penandatanganan 15 kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perangkat daerah di Balai Kota Jakarta.
“Pada tahun 2029, bus kita semuanya sudah menggunakan listrik, hidrogen, ataupun hybrid,” ujarnya.
Dia menyebutkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 500 unit bus listrik yang beroperasi, sedangkan jumlah armada TransJakarta secara keseluruhan mencapai sekitar 3.782 unit bus.
Pramono menuturkan, elektrifikasi transportasi menjadi salah satu upaya untuk menekan polusi udara di Jakarta.
Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik, Pemprov DKI juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dengan kontribusi aktivitas industri dan pembangkit listrik terhadap polusi udara.
“Kalau itu sudah bisa diwujudkan, sebenarnya hampir 100% bus kita itu bus elektrik, hybrid dan hydrogen, karena sebentar lagi akan ada bus hidrogen dan juga hybrid,” tuturnya.
Sebelumnya, Gubernur Pramono menargetkan jumlah bus listrik di Jakarta mencapai 10.000 unit pada tahun 2030. Saat ini, jumlah bus listrik yang beroperasi di Jakarta disebut telah mencapai sekitar 500 unit.
Dia menjelaskan, elektrifikasi transportasi publik menjadi salah satu langkah Jakarta untuk menekan emisi.
Selain bus listrik, Pemprov DKI akan mendorong penggunaan bus berbahan bakar hidrogen dan bus hibrida.
“Bukan hanya bus elektrik, tapi juga hidrogen dan juga hibrida, supaya ini memberikan ruang, memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin menurunkan emisi di Jakarta itu bisa bersama – sama dengan Pemorov DKI Jakarta,” tuturnya. B




