Pemprov Banten Siapkan Elektrifikasi Jalur Kereta Rangkasbitung – Merak

Jalur kereta api melalui Stasiun Rangkasbitung di Kabupaten Lebak, Banten. (dok. lebakkab.go.id)
Bagikan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah menyiapkan percepatan elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda (double track) kereta api relasi Rangkasbitung – Merak.

Langkah ini merupakan upaya memperkuat layanan transportasi public, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

​Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, inisiatif tersebut berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang lebih cepat, terintegrasi dan mampu menampung lonjakan penumpang.

“Ini merupakan upaya untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak,” katanya dalam Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung – Merak di Hotel Le Dian, Kota Serang.

​Rencana tersebut sebenarnya telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 – 2029.

Namun, program itu belum masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) sehingga diperlukan langkah konkret untuk memperkuat usulan kepada pemerintah pusat.

Mengingat kewenangan pembangunan berada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pemprov Banten saat ini menyusun studi kelayakan atau Feasibility Study (FS).

Dokumen ini akan menjadi dasar untuk memastikan kelayakan proyek dari sisi operasional maupun pembiayaan.

​“Harapannya, dari FS ini dapat terkonfirmasi bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, termasuk jalur ganda dan KRL lanjutan dari Rangkasbitung, memang bisa dilaksanakan,” jelasnya.

​Gubernur Andra menilai kebutuhan peningkatan kapasitas transportasi kereta api saat ini semakin mendesak.

Berdasarkan data, jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Tanah Abang – Rangkasbitung pada tahun 2025 mencapai 77,5 juta orang dan diproyeksikan melonjak menjadi 85 juta orang pada tahun 2026.

Sementara itu, tingkat keterisian pada jam sibuk telah mencapai 161%.

​Proyek elektrifikasi Rangkasbitung – Merak diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1,29 triliun.

Berdasarkan studi kelayakan, kapasitas layanan harian diproyeksikan meningkat signifikan, dari sekitar 9.900 menjadi 18.000 penumpang.

​Pembangunan ini rencananya dapat dilakukan secara bertahap, dimulai dari lintas Rangkasbitung – Serang, sebelum dilanjutkan menuju Cilegon dan bermuara di Merak.

​Dukungan Pemerintah Kota Serang.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menyambut baik langkah cepat Pemprov Banten dalam menindaklanjuti inisiatif pengembangan KRL hingga wilayah Banten bagian Barat.

Menurutnya, penyusunan FS menjadi tahapan krusial untuk membawa usulan tersebut ke tingkat pusat.

​Peningkatan konektivitas kereta api tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi warga Kota Serang.

Jika terealisasi, kata Budi, jalur ini akan membuat perjalanan dari Serang dan sekitarnya menuju Jakarta maupun kawasan Banten lainnya menjadi lebih terintegrasi.

“Alhamdulillah, Gubernur merespons cepat inisiatif ini agar Kota Serang bisa mendapatkan layanan kereta elektrifikasi,” tuturnya.

Budi berharap proses tersebut dapat berlanjut pada tahun 2027 melalui Kemenhub, sesuai dengan komitmen yang telah dibangun.

Dia juga mengungkapkan adanya rencana menghidupkan kembali Stasiun Cipocok Jaya sebagai bagian dari pengembangan konektivitas jalur tersebut.

​“Stasiun Cipocok Jaya akan dihidupkan kembali karena jalurnya nanti melewati area sana,” kata Budi. B

 

Komentar

Bagikan