Kemenhub Dorong Peningkatan Kualitas Tata Kelola dan Layanan Teknis Penerbangan

Petugas Bandara Lasondre yang berada di Nias Selatan, Sumatra Utara bersama dengan Balai Teknik Penerbangan melakukan perbaikan dan pemeriksaan fasilitas X-Ray Security Check Point. (dok. instagrambandaralasondre)
Bagikan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubud Kemenhub) terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola dan layanan teknis penerbangan melalui penerapan sistem manajemen mutu.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui penerimaan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015 oleh Balai Teknik Penerbangan.

Sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya Balai Teknik Penerbangan untuk memastikan proses kerja dilaksanakan secara lebih terstruktur, konsisten, terdokumentasi dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kepada para pemangku kepentingan di bidang penerbangan.

Kepala Balai Teknik Penerbangan Rinaldi mengatakan bahwa sertifikasi SNI ISO 9001:2015 merupakan hasil dari komitmen dan kerja bersama seluruh jajaran dalam melakukan pembenahan, serta peningkatan proses kerja.

Menurutnya, sertifikasi SNI ISO 9001:2015 bukan sekadar pencapaian administratif, tapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan teknis penerbangan.

“Yang paling penting adalah bagaimana standar dan prinsip manajemen mutu tersebut diterapkan secara konsisten dalam pekerjaan sehari – hari,” ujar Rinaldi.

Dia menegaskan bahwa proses untuk memperoleh sertifikasi tersebut membutuhkan koordinasi, kedisiplinan, evaluasi dan komitmen seluruh pegawai untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim dan pegawai Balai Teknik Penerbangan yang telah berkontribusi dalam proses ini, termasuk auditor internal, serta pihak eksternal yang telah memberikan pendampingan dan melakukan penilaian secara objektif,” tuturnya.

Rinaldi menuturkan, penerimaan sertifikat bukan merupakan akhir dari proses peningkatan mutu, bahkan sertifikasi tersebut menjadi momentum untuk memastikan budaya mutu dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas.

“Tantangan berikutnya adalah mempertahankan dan meningkatkan standar yang telah dicapai. Kami ingin budaya mutu menjadi bagian dari cara kerja sehari – hari, bukan hanya ketika menghadapi proses audit,” ungkap Rinaldi.

Evaluasi dan perbaikan, lanjutnya, harus terus dilakukan agar layanan yang diberikan semakin baik, cepat, akurat dan akuntabel.

Dia menambahkan, penerapan sistem manajemen mutu juga diharapkan dapat membantu Balai Teknik Penerbangan dalam mengidentifikasi dan memitigasi risiko pada setiap proses kerja, sehingga mendukung keandalan layanan teknis penerbangan.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Achmad Setiyo Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Balai Teknik Penerbangan atas capaian sertifikasi SNI ISO 9001:2015.

Menurutnya, penerapan sistem manajemen mutu merupakan salah satu instrumen penting untuk memastikan proses kerja di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara dilaksanakan secara profesional, terukur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pencapaian ini merupakan bukti komitmen Balai Teknik Penerbangan dalam membangun tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel dan transparan,” ujarnya.

Setiyo mengatakan, sertifikasi ini bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana standar mutu tersebut menjadi budaya kerja dan diterapkan secara konsisten.

Dia juga menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan melalui evaluasi terhadap proses kerja dan hasil audit secara berkala.

“Standar mutu harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keandalan layanan teknis dan mendukung penyelenggaraan transportasi udara yang selamat, aman, nyaman, tertib dan berkesinambungan,” katanya.

Ditjen Perhubungan Udara akan terus melakukan penguatan penerapan sistem manajemen mutu dengan mengedepankan prinsip Safety, Innovation, Accountable dan Professionalism (SIAP).

Momentum tersebut akan dijadikan sebagai dorongan untuk terus berbenah dan berinovasi pada sektor penerbangan.

“Kami berkomitmen menjaga konsistensi penerapan sistem manajemen mutu dan meningkatkan kualitas layanan teknis penerbangan untuk mendukung keselamatan, keamanan, serta keandalan transportasi udara nasional,” jelasnya. B

Komentar

Bagikan