
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkenalkan ADHARA, platform digital yang dirancang untuk menghubungkan berbagai sistem dan layanan dalam ekosistem maritim dan logistik Indonesia.
Pengenalan ADHARA dilakukan melalui Early Adoption ADHARA di Museum Maritim Indonesia, Jakarta sebagai tahap awal pemanfaatan platform bersama para pengguna dan pelaku ekosistem.
ADHARA dikembangkan untuk menjawab kebutuhan keterhubungan antarpelaku dalam rantai logistik.
Selama ini, berbagai pelaku telah memiliki sistem digital masing – masing, tetapi belum seluruhnya terhubung satu sama lain.
ADHARA hadir sebagai platform penghubung tanpa menggantikan sistem yang telah dimiliki masing – masing pelaku, sehingga pertukaran informasi, transaksi dan kolaborasi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Menurut Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar, keterhubungan tersebut menjadi salah satu kunci untuk menciptakan proses logistik yang semakin efisien.
“Semua pelaku ekosistem sudah memiliki sistem masing – masing, tetapi sistem – sistem tersebut belum terintegrasi dan belum tersambung satu sama lain,” jelasnya.
Dia mengatakan bahwa melalui ADHARA, mengintegrasikan sistem yang ada dalam satu ekosistem logistik.
“Efisiensi bukan sekadar cutting cost, tapi bagaimana kita mengoptimalkan kegiatan operasi supaya lebih lean, mendapatkan hasil lebih banyak, sekaligus menurunkan biaya logistik,” ujarnya dalam keterangannya.
Melalui ADHARA, pengguna dapat melakukan pemesanan dan pembayaran layanan logistik, memantau pergerakan kapal, kontainer dan kargo secara real-time, serta melakukan satu kali pengajuan dokumen untuk mengakses berbagai layanan dalam rantai logistik.
“Platform ini juga mendukung optimalisasi kapasitas logistik dan pemanfaatan data, serta analitik untuk mendukung pengambilan keputusan,” ungkap Muchtasyar.
Layanan tersebut dikembangkan melalui empat solusi digital yang saling terhubung, yakni AdhaOrder, AdhaTrack, AdhaAccess dan AdhaStore.
Dalam operasionalnya, Pelindo menugaskan PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) sebagai operator platform ADHARA.
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal menjelaskan, keterpaduan dan keberlanjutan konektivitas menjadi bagian penting dalam mendukung sistem logistik nasional.
“Konektivitas itu harus terpadu, terintegrasi dan juga berkelanjutan. Ada aksesnya, ada keberlanjutannya dan ada ketahanannya. Kami sudah melihat bagaimana ADHARA diperkenalkan. Semoga dengan adanya ADHARA ini, berbagai persoalan yang sudah terjadi dapat diselesaikan dan integrasi antarsektor bisa semakin baik,” tutur Risal.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama ILCS Natal Iman Ginting mengatakan, ADHARA dikembangkan dengan prinsip keterbukaan, netralitas, keamanan, pemanfaatan teknologi untuk mendorong kolaborasi dalam ekosistem maritim, dan logistik.
“ADHARA adalah platform yang open, terbuka bagi seluruh ekosistem, neutral, tidak mengutamakan pihak tertentu, secure dengan keamanan data yang terjaga dan yang lebih penting, smart,” ujarnya.
Pengembangan ADHARA menjadi bagian dari agenda transformasi Pelindo yang selaras dengan arah transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk semakin efisien, terintegrasi dan berdaya saing melalui penguatan kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi digital.
Melalui keterhubungan antarsistem dan antarpelaku, ADHARA diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem kepelabuhanan dan logistik yang semakin terintegrasi, berbasis data dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Salah satu early adopter ADHARA, PT Meratus Line menilai keterhubungan antarpelaku melalui platform digital dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Kolaborasi ini dapat menciptakan layanan yang lebih end-to-end, mempercepat proses, sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan solusi baru yang sebelumnya mungkin sulit dilakukan,” kata General Manager Operation Liner and Terminal Nusantara PT Meratus Line Heri Cahyono.
Melalui ADHARA, Pelindo berharap semakin banyak sistem, layanan dan pelaku dalam rantai logistik dapat terhubung, sehingga proses logistik menjadi lebih sederhana, transparan, serta efisien. B



