PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo naik tiga peringkat dalam Fortune Indonesia 100 tahun 2026, dari posisi ke-37 menjadi peringkat ke-34.
Capaian tersebut menempatkan Pelindo kembali dalam jajaran 100 perusahaan terbesar di Indonesia yang disusun Fortune Indonesia berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025.
Peningkatan peringkat tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja Pelindo sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan perusahaan, Pelindo membukukan pendapatan usaha sebesar Rp35,48 triliun, tumbuh 9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Benny Ariadi mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu refleksi atas pertumbuhan kinerja perusahaan sekaligus transformasi yang terus dijalankan setelah merger.
Menurutnya, kenaikan peringkat Pelindo dalam Fortune Indonesia 100 merupakan hasil kerja bersama seluruh insan Pelindo dalam menjaga pertumbuhan dan meningkatkan kualitas layanan.
“Bagi kami, capaian ini bukan sekadar mengenai posisi dalam pemeringkatan, tetapi bagaimana pertumbuhan perusahaan dapat terus memberikan kontribusi bagi negara dan perekonomian Indonesia,” ujar Benny.
Pertumbuhan tersebut juga tercermin dari kinerja operasional sepanjang tahun 2025.
Arus peti kemas mencapai 19,8 juta TEUs, tumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Arus kapal mencapai 1,42 miliar GT, meningkat 1%, sementara arus penumpang mencapai 20,4 juta orang atau tumbuh 5%.
Transformasi Pelindo terus dilanjutkan di bawah arahan strategis Danantara Indonesia, melalui pengelolaan portofolio yang semakin terarah, peningkatan efisiensi dan produktivitas, penguatan bisnis inti, serta peningkatan kualitas layanan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fundamental perusahaan, sekaligus meningkatkan peran Pelindo dalam mendukung konektivitas dan rantai logistik nasional.
Momentum kinerja tersebut berlanjut pada tahun 2026.
Hingga Semester I/2026, arus peti kemas Pelindo mencapai sekitar 9,96 juta TEUs atau tumbuh 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi keuangan, pada semester pertama 2026 Pelindo mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp2,57 triliun, meningkat sekitar 60,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pelindo juga terus berupaya memberikan kontribusi kepada negara. Sepanjang tahun 2025, kontribusi Pelindo kepada negara mencapai Rp7,81 triliun, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Benny menjelaskan, kontribusi tersebut berasal dari setoran pajak, dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan pembayaran konsesi.
“Pertumbuhan aktivitas kepelabuhanan menunjukkan bahwa layanan dan konektivitas yang kami kelola terus berkembang,” ungkapnya.
Menurut Benny, Pelindo akan menjaga momentum ini melalui peningkatan efisiensi, produktivitas, kualitas layanan dan pemanfaatan teknologi agar manfaatnya semakin dirasakan oleh pengguna jasa, serta masyarakat.
“Capaian dalam Fortune Indonesia 100 menjadi dorongan bagi Pelindo untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan, sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul penting dalam rantai logistik nasional,” tuturnya.
Ke depan, Benny menambahkan bahwa Pelindo akan berusaha maksimal agar pertumbuhan kinerja perusahaan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian Indonesia, sejalan dengan agenda transformasi yang diarahkan Danantara Indonesia. B




