
AirNav Indonesia secara resmi mengoperasikan Jaringan Komunikasi Penerbangan Nasional (Jarkompenas).
Kesiapan operasional Jarkompenas ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Layak Operasi (BALO) bersama Konsorsium Jasnikom–XL Smart di Surabaya.
Direktur Teknik AirNav Indonesia Zainal Arifin Harahap mengatakan, Jarkompenas menjadi fondasi penting dalam transformasi digital navigasi penerbangan Indonesia.
Menurutnya, Jarkompenas bukan sekadar jaringan komunikasi, tetapi merupakan digital backbone yang akan mendukung pengembangan berbagai sistem dan aplikasi penerbangan berbasis digital.
”Dengan infrastruktur yang terintegrasi, aman dan andal, Jarkompenas menjadi fondasi bagi pengembangan layanan navigasi penerbangan ke depan,” tutur Zainal.
Dia menambahkan, JARKOMPENAS merupakan infrastruktur jaringan komunikasi yang mengintegrasikan komunikasi antarstasiun penerbangan (ground/ground communication), mendukung komunikasi navigasi penerbangan (air/ground communication) dan menghubungkan kebutuhan komunikasi berbagai pemangku kepentingan penerbangan dalam satu jaringan yang andal, aman, efektif, serta efisien.
Jarkompenas dibangun dalam dua sub-network, yaitu intranet dan ekstranet. Intranet menghubungkan Kantor Pusat, Kantor Cabang, serta seluruh lokasi pelayanan AirNav Indonesia dan berbagai peralatan navigasi penerbangan dalam satu enterprise network yang terintegrasi.
Sementara itu, ekstranet mendukung konektivitas dan pertukaran informasi dengan berbagai stakeholder penerbangan, baik nasional maupun internasional.
Sebagai informasi, implementasi Jarkompenas dilakukan AirNav Indonesia bersama Konsorsium Jasnikom–XL Smart yang merupakan kerja sama operasi (KSO) PT Jasnikom Gemanusa dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk, dengan mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 008 Tahun 2017 tentang Jaringan Komunikasi Penerbangan Nasional.
Setelah melalui tahapan pembangunan, instalasi, integrasi, pengujian, dan migrasi, Jarkompenas mencapai full operation pada 31 Agustus 2026.
Dengan tersedianya Jarkompenas, AirNav Indonesia dapat mengembangkan dan mengintegrasikan berbagai teknologi, serta standar pertukaran informasi penerbangan yang berlaku secara global, salah satunya System Wide Information Management (SWIM).
Konsep tersebut memungkinkan pertukaran informasi penerbangan secara terintegrasi, sehingga berbagai pihak dapat memperoleh dan berbagi informasi yang dibutuhkan secara real time melalui sistem yang saling terhubung.
Menurut Zainal, Jarkompenas juga menjadi enabler bagi pengembangan berbagai aplikasi digital untuk mendukung pelayanan lalu lintas penerbangan.
Antara lain ground/ground communication dan air/ground communication, surveillance, informasi aeronautika, meteorologi penerbangan, pertukaran data antarpemangku kepentingan (stakeholder) hingga pengembangan sistem air traffic management yang lebih terintegrasi.
Pengimplementasian Jarkompenas yang terintegrasi, aman, andal dan memiliki tingkat redundansi yang baik ini turut memperkuat konektivitas antarunit pelayanan AirNav Indonesia.
Selain itu, juga semakin memantapkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan digitalisasi sistem navigasi penerbangan di masa depan.
”Penandatanganan BALO menjadi milestone penting yang menandai kesiapan operasional Jarkompenas, sekaligus dimulainya fase pemanfaatan dan pengembangan jaringan secara berkelanjutan,” jelas Zainal. B



