Kemenpar Petakan Ekosistem Wisata Wellness

Kawasan Candi Prambanan untuk wisata wellness. (dok. injourneydestination)
Bagikan

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memetakan potensi dan ekosistem wisata wellness (kebugaran) sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global, sekaligus mendorong pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Asosiasi SPA Indonesia (ASPI), Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan dan Estetika Indonesia (PRASTIKA), Perhimpunan  Pengusaha Pusat Kebugaran Indonesia (PPPKI), Bali Spa & Wellness Association (BSWA), serta pelaku usaha di bidang wisata wellness.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan, industri wellness terus berkembang dan memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan pariwisata Indonesia.

Oleh karena itu, Kemenpar menjadikan wisata wellness sebagai salah satu program unggulan untuk mendukung pengembangan pariwisata berkualitas.

Namun, pengembangannya membutuhkan ekosistem yang dibangun secara komprehensif, terintegrasi dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Kita melihat ekosistem ini belum kita bangun secara luas,” ujar Rizki saat membuka Rapat Koordinasi dan Identifikasi Peluang Pengembangan Wisata Wellness Indonesia di Ruang Belajar Alex Tilaar, Jakarta.

Sebagai salah satu langkah awal, Kemenpar tengah menyusun katalog usaha wellness Indonesia yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam basis data Indonesia Travel.

Katalog tersebut diharapkan memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai produk dan layanan usaha wellness di berbagai daerah secara mudah dan akurat.

Penyusunan katalog sekaligus menjadi bagian dari upaya memetakan potensi wisata wellness Indonesia, mulai dari produk, layanan hingga pelaku usaha yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan.

“Untuk itu, kami mengharapkan dukungan serta komitmen dari seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan program ini. Kami juga memohon kesediaan Bapak dan Ibu untuk memberikan data, informasi, serta akses yang diperlukan selama proses pemetaan, survei lapangan, penyusunan katalog hingga pelaksanaan temu bisnis,” tutur Rizki.

Menurutnya, sinergi antarkementerian, pemerintah daerah, asosiasi dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem usaha wisata wellness yang kuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Pengembangan wisata wellness juga tidak hanya diarahkan untuk menggali potensi yang telah dimiliki Indonesia, tetapi membangun usaha wellness yang terintegrasi, berkualitas, berkelanjutan dan memiliki karakter khas Indonesia.

Selain menyusun katalog, Kemenpar akan menggandeng pelaku usaha perhotelan, perjalanan wisata dan asosiasi penyelenggara pameran, serta MICE untuk memperkuat ekosistem usaha wisata wellness dari hulu hingga hilir.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menghubungkan produk dan layanan wellness dengan industri pariwisata yang lebih luas, sehingga dapat dikemas menjadi pengalaman perjalanan yang memiliki nilai tambah bagi wisatawan.

Wellness ini salah satu produk wisata yang memberi enlightenment bagi wisatawan. Ketika mereka pulang dari Indonesia, mereka merasa tercerahkan setelah menjalani terapi atau merasakan alam Indonesia,” jelas Rizki.

Kekayaan alam, budaya dan tradisi kebugaran yang berkembang di berbagai daerah menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadirkan pengalaman wellness yang memiliki kekhasan, sekaligus memperkuat diferensiasi produk pariwisata Indonesia.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kemenpar Hanifah menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para pemangku kepentingan dalam proses pemetaan tersebut.

Dia mengajak seluruh pihak untuk terus mengawal pengembangan usaha wisata wellness secara konsisten sehingga terbentuk ekosistem yang semakin kuat dan saling terhubung.

“Kami berharap Bapak dan Ibu dapat terus mendukung upaya pengembangan usaha wisata wellness Indonesia dan bersama – sama membangun ekosistem yang semakin kuat dan saling terhubung. Sekali lagi, terima kasih atas kehadiran, partisipasi, serta masukan yang telah diberikan. Semoga pertemuan hari ini menjadi awal yang baik bagi kolaborasi kita ke depan,” ungkap Hanifah. I

 

 

Komentar

Bagikan