
Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution melayani rute Medan – Binjai, dan Medan meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Medan – Binjai – Deli Serdang (Mebidang) – Lubuk Pakam di Kabupaten Deli Serdang.
“Kehadiran layanan transportasi publik berbasis bus listrik ini menjadi langkah strategis,” katanya usai meresmikan operasional BRT Mebidang melayani rute Medan – Binjai dan Medan – Lubuk Pakam di Terminal Lubuk Pakam, Deli Serdang.
Langkah strategis ini, dia menambahkan, guna mewujudkan sistem transportasi yang modern, terintegrasi dan ramah lingkungan di kawasan metropolitan Medan, Binjai, serta Deli Serdang.
Gubernur menjelaskan, BRT Mebidang ini tidak hanya ditentukan pembangunan infrastruktur, tetapi juga konsistensi pelayanan, ketepatan waktu, keselamatan dan kemudahan akses masyarakat Sumut.
“Pembangunan transportasi publik merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan pilihan mobilitas yang layak,” jelasnya.
Menurut Bobby, pertumbuhan kendaraan pribadi dewasa ini harus diimbangi dengan penyediaan angkutan umum yang nyaman dan terjangkau.
“Semakin banyak kendaraan pribadi, semakin sulit pemerintah memberikan pelayanan. Oleh karena itu, pemerintah harus menyiapkan transportasi umum,” ungkapnya.
Gubernur juga meminta seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang mengesampingkan ego sektoral dan secara bersama – sama mendukung integrasi sistem transportasi.
Dia menegaskan, BRT Mebidang ini tidak boleh berhenti sebatas peluncuran armada bus, tetapi juga harus berkembang menjadi sistem transportasi yang saling terkoneksi dan terintegrasi.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada tahun 2023 memilih Kota Medan untuk membangun proyek infrastruktur BRT Mebidang yang dibiayai mitra pembangunan, yakni World Bank dan AFD Prancis total sebesar Rp1,9 triliun.
BRT Mebidang ini memiliki lintasan sepanjang 21 kilometer terhubung 31 halte dengan 17 rute yang menjangkau kawasan Mebidang menggunakan armada 515 bus listrik didukung depo, halte dan jalur khusus bus.
“Ini bukan launching bus, tetapi transportasi yang terkoneksi dan terintegrasi sekaligus mendorong perubahan budaya mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum,” ungkap Gubernur Bobby.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, peluncuran BRT listrik di kawasan Mebidang merupakan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut meningkatkan konektivitas dengan menyediakan transportasi publik modern, aman, terintegrasi dan ramah lingkungan.
Pada tahap uji coba ini, lanjutnya, dua unit bus listrik mulai dioperasikan untuk mengevaluasi kondisi teknis, waktu tempuh dan memberikan edukasi kepada masyarakat Sumut.
“Selama masa uji coba, masyarakat bisa menggunakan layanan BRT listrik ini secara gratis,” tegas Yuda.
Setelah beroperasi penuh, katanya pula, tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300/penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.
“Operasi penuh ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik terdiri atas 14 unit untuk Koridor 11 (Teladan – Terminal Lubukpakam), 13 unit Koridor 12 (Simpang Barat – Binjai) dan tiga unit armada cadangan,” tutur Yuda. B



