Transjakarta dan Operator Antarmoda Tingkatkan Kolaborasi Layanan Terintegrasi

Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Peningkatan Resiliensi Kelangsungan Usaha dan Tanggap Darurat Transportasi Publik Jakarta. (dok. transjakarta)
Bagikan

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan kembali komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat melalui kolaborasi strategis dengan para operator transportasi publik di Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta.

Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Peningkatan Resiliensi Kelangsungan Usaha dan Tanggap Darurat Transportasi Publik Jakarta.

Kolaborasi ini menjadi pencapaian penting dalam mewujudkan ekosistem transportasi publik yang lebih kuat, nyaman dan aman secara terintegrasi bagi jutaan pelanggan setiap harinya.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza menyatakan bahwa Nota Kesepahaman ini merupakan bentuk nyata dari penerapan pilar strategis 3S (Service, Strategic Partnership and Sustainability) yang diusung perusahaan.

“Kenyamanan dan keamanan pelanggan adalah prioritas utama kami. Melalui kemitraan strategis ini, Transjakarta bersama para operator lain bertekad untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian perjalanan masyarakat, mulai dari halte bus hingga stasiun kereta, berjalan dengan lancar, terkoordinasi dan tanpa hambatan,” ujarnya.

MoU ini memformalkan dan memperkuat kerja sama yang selama ini telah terjalin di lapangan antara Transjakarta dengan Kereta Api Indonesia (KAI), Kereta Commuter Indonesia (KCI), Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, dan LRT Jakarta.

Fokus utama dari kesepakatan ini adalah pada empat aspek krusial, yakni Penguatan Koordinasi Antarmoda dan Memastikan konektivitas yang mulus, serta jadwal yang sinkron antara bus Transjakarta dengan berbagai layanan kereta.

Selain itu, aspek Percepatan Pertukaran Informasi, Memungkinkan pembagian informasi secara realtime untuk penyesuaian layanan yang cepat dan akurat.

Kemudian, aspek Mekanisme Dukungan, Mengembangkan prosedur bersama untuk saling mendukung dalam pengoperasian layanan, terutama pada saat ada lonjakan penumpang atau kebutuhan armada tambahan.

Lalu, aspek Peningkatan Kesiapsiagaan dan Respons, Memperkuat kemampuan seluruh operator untuk memberikan respons yang cepat, terpadu dan solutif terhadap dinamika di lapangan.

Welfizon menambahkan, kolaborasi ini sangat krusial mengingat skala layanan yang semakin terintegrasi.

Transjakarta saat ini telah terhubung di 74 titik fasilitas transportasi antarmoda, melayani rata – rata 1,5 juta pelanggan per hari.

“Dengan fleksibilitas jaringan bus yang menjangkau berbagai moda berbasis rel, Transjakarta berperan aktif sebagai integrator,” jelasnya.

Kerja sama ini memastikan bahwa integrasi tersebut tidak hanya fisik, tetapi juga secara operasional, sehingga menghadirkan pengalaman perjalanan yang tangguh, andal dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat.

Welfizon juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Perhubungan, atas arahan dan dukungan penuh dalam mewujudkan kolaborasi ini.

“Dengan sinergi ini, kami percaya dapat membangun transportasi di Jakarta yang lebih kokoh, nyaman dan berkesinambungan, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang maju,” tutur Welfizon. B

 

 

Komentar

Bagikan