Transjakarta Gandeng APKI – Perdoki Buat Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi

Para pengemudi dan angkutan bus listrik Transjakarta. (dok. jakarta.go.id)
Bagikan

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat budaya keselamatan sebagai fondasi utama layanan transportasi publik melalui penyelenggaraan Diseminasi Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghimpun masukan dari regulator, akademisi, organisasi profesi, mitra operator, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan standar kesehatan, serta psikologi pramudi yang lebih komprehensif, adaptif, serta implementatif.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati, Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta Zudan Arif Fakrulloh beserta jajaran, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza beserta jajaran Direksi, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, dan perwakilan Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta.

Selain itu, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Polda Metro Jaya, Ketua Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (Perdoki) beserta jajaran, Ketua Asosiasi Psikologi Kesehatan Indonesia (APKI) beserta jajaran, jajaran manajemen mitra operator, akademisi, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Penyusunan Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi merupakan langkah strategis Transjakarta dalam membangun sistem manajemen keselamatan yang lebih menyeluruh melalui penguatan aspek kesehatan fisik dan psikologis pramudi.

Sebagai garda terdepan pelayanan, sekaligus garda terakhir keselamatan, pramudi memiliki peran penting dalam memastikan setiap perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pelanggan.

Standar tersebut disusun secara kolaboratif bersama Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI), Asosiasi Psikologi Kesehatan Indonesia (APKI), manajemen mitra operator, Safety Agent, instruktur, perwakilan pramudi, dan berbagai fungsi di lingkungan Transjakarta melalui serangkaian forum diskusi dan kajian bersama.

Kolaborasi tersebut menghasilkan standar yang memiliki landasan ilmiah yang kuat, sekaligus relevan dengan kebutuhan operasional transportasi publik.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza menegaskan bahwa keselamatan merupakan nilai utama yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan layanan Transjakarta.

“Keselamatan merupakan prioritas utama kami. Kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh armada dan infrastruktur yang andal, tetapi juga oleh kesiapan fisik dan psikologis pramudi sebagai ujung tombak pelayanan,” jelas Welfizon.

Melalui penyusunan standar ini, manajemen Transjakarta ingin memastikan setiap pramudi berada dalam kondisi terbaik saat bertugas, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

Selanjutnya, menurut Ketua APKI-HIMPSI Sali Rahadi Asih menyatakan bahwa standar psikologis menjadi tolak ukur yang penting untuk pengembangan kompetensi pramudi Transjakarta.

“Penyusunan standar psikologi pramudi perlu mempertimbangkan validitas alat ukur, keamanan soal dan pengelolaan data yang terpusat agar hasil pemeriksaan benar-benar dapat menggambarkan kondisi psikologis pramudi secara objektif,” ungkapnya.

Sali menambahkan, standar psikologi ini diharapkan tidak hanya menjadi alat seleksi, tetapi juga menjadi dasar evaluasi berkala dan pengembangan kompetensi pramudi secara berkelanjutan.

Menurut Welfizon, standar tersebut tidak hanya menjadi acuan pemeriksaan kesehatan dan psikologi, tetapi juga akan diintegrasikan ke dalam pengembangan kompetensi melalui TJ Academy.

Standar ini akan menjadi fondasi penting dalam proses rekrutmen, pelatihan, pembinaan hingga penetapan fit to work bagi pramudi sehingga pengembangan kompetensi tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis mengemudi, tapi juga memastikan setiap pramudi memiliki kesiapan fisik dan psikologis dalam menjalankan tugasnya.

Dia menambahkan, penguatan Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi juga sejalan dengan prinsip Swiss Cheese Model yang menekankan pentingnya berbagai lapisan pertahanan dalam membangun sistem keselamatan.

Menurutnya, teknologi, armada yang andal, prosedur kerja, pengawasan, kompetensi personel dan kesehatan dan kesiapan psikologis pramudi merupakan lapisan pengendalian yang saling melengkapi sehingga apabila setiap lapisan diperkuat, potensi terjadinya insiden dapat dicegah sejak dini.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyampaikan apresiasi atas inisiatif Transjakarta yang menjadikan aspek kesehatan sebagai bagian integral dari sistem keselamatan transportasi publik.

Menurutnya, program ini merupakan kegiatan yang luar biasa. Ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan Transjakarta kepada masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan.

“Kami berharap standar ini dapat diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh mitra operator, sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keselamatan transportasi publik,” tutur Ani.

Melalui forum diseminasi ini, Transjakarta juga menghimpun berbagai masukan dari regulator, akademisi, organisasi profesi, aparat penegak hukum, dan mitra operator sebagai bahan penyempurnaan Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi sebelum diimplementasikan secara bertahap di lingkungan Transjakarta, serta seluruh mitra operator.

“Penyusunan standar kesehatan pramudi ini merupakan langkah yang sangat penting karena memberikan acuan yang lebih jelas dalam penilaian fit to drive dalam pemeriksaan kesehatan harian, pelaksanaan MCU pra-kerja berkala, khusus dan akhir kerja,” ungkap Ketua PERDOKI Agustina Puspitasari.

Selain itu, pengembangan program kesehatan pramudi secara bertahap dan berkelanjutan, standar yang disusun tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga terkhusus upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif hingga paliatif agar kesehatan pramudi dapat terjaga dalam jangka panjang.

Penyusunan standar ini diharapkan menjadi tonggak penguatan tata kelola keselamatan transportasi publik di Jakarta, sekaligus menjadi referensi dalam pengembangan standar kesehatan dan psikologi pramudi yang lebih terukur, adaptif dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, Transjakarta terus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin aman, andal, nyaman dan dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi pilihan di Jakarta. B

 

Komentar

Bagikan