Warga Bekasi bakal memiliki fasilitas baru yang terhubung dengan Stasiun Bekasi. Fasilitas tersebut bernama Stasiun Bekasi Ekstensi, yang dibangun sebagai bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) bersama Summarecon Bekasi.
Berbeda dengan stasiun baru, Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan pengembangan area Stasiun Bekasi yang sudah ada.
Proyek ini mencakup pembangunan station extension dan connecting skybridge untuk mempermudah akses keluar masuk penumpang sekaligus mengurangi kepadatan di stasiun eksisting.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) mengatakan, pengembangan kawasan berbasis transit seperti di Bekasi diharapkan menjadi contoh bagi kota – kota lain di Indonesia.
“TOD atau pengembangan wilayah perkotaan berbasis transit seperti yang sedang dikembangkan bisa menjadi model untuk kota-kota lainnya di Indonesia,” ujarnya.
Konsep TOD yang dikembangkan tidak hanya menghadirkan akses menuju kereta, tetapi juga mengintegrasikan kawasan hunian, pusat aktivitas masyarakat dan transportasi umum dalam satu kawasan.
Pemerintah menilai integrasi tersebut dapat memangkas waktu perjalanan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
“Namun, saya rasa Summarecon juga membutuhkan dukungan dari pemerintah melalui regulasi, melalui koordinasi yang ketat antar pihak karena yang paling didahulukan sebetulnya adalah menentukan tata guna lahan, tata ruangnya dulu,” ungkap Menko AHY.
Kemudian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) memastikan lahannya juga dalam kondisi yang baik, tidak ada permasalahan apa pun karena kalau sudah berurusan dengan status lahan, ini kalau tidak clear and clean bisa bermasalah di kemudian hari.
Presiden Direktur Summarecon Adrianto P. Adhi menjelaskan, pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan. Perseroan menyiapkan investasi sekitar Rp80 miliar untuk membangun stasiun ekstensi beserta skybridge yang menghubungkannya dengan Stasiun Bekasi.
“Iya, stasiun ekstensi ini kita akan bangun dalam waktu 18 bulan dan kita akan memanfaatkan sebuah investment sekitar Rp80 miliar. Luas lahannya sekitar 7.000 dan luas bangunannya sekitar 6.000,” tuturnya.
Keberadaan stasiun ekstensi nantinya tidak menggantikan fungsi Stasiun Bekasi yang sudah ada.
Penumpang tetap naik dan turun kereta melalui peron eksisting, sementara stasiun ekstensi berfungsi sebagai pintu masuk baru yang terhubung dengan skybridge.
Kawasan ini juga dipersiapkan terintegrasi dengan angkutan umum, termasuk rencana Bus Rapid Transit (BRT), sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan moda transportasi.
Jadi, Adrianto menambahkan, stasiun extension ini dibangun tapi tidak mengurangi fungsi stasiun yang sudah ada dan masyarakat nantinya berjalan kaki melalui skybridge menuju stasiun eksisting untuk naik kereta.
“Kalau kereta berhenti di sini, itu akan mengubah seluruh sistem sinyal. Karena itu kami memilih konsep extension agar tetap aman dan fungsinya sebagai penangkap penumpang dari kawasan Summarecon dan sekitarnya,” jelasnya. B




