PT Kereta Api Indonesia (KAI) merampungkan penerimaan 54 unit lokomotif CC205 dari Progress Rail untuk memperkuat kesiapan layanan logistik di Sumatra Selatan.
Penyelesaian pengadaan tersebut ditandai melalui Locomotive Handover Celebration di Ruang Jaladara, Jakarta Railway Center, Jakarta.
Acara ini mempertemukan jajaran KAI dan Progress Rail untuk memperkuat kerja sama jangka panjang dalam pengembangan sarana, teknologi, perawatan dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan keandalan layanan logistik kereta api di Sumatra Selatan.
Sebanyak 54 unit lokomotif tersebut merupakan CC205 seri 25 dan 26 yang dipersiapkan untuk mendukung operasional di wilayah Divisi Regional III Palembang.
Lokomotif pertama diterima pada Agustus 2025, kemudian dilanjutkan secara bertahap hingga unit ke-54 diterima pada Mei 2026.
Pengadaan 54 lokomotif CC205 menjadi bagian dari penyiapan sarana untuk merespons kebutuhan layanan batu bara dan komoditas lainnya di Sumatra bagian Selatan.
Penambahan sarana ini juga mendukung rencana pengembangan layanan logistik yang dilaksanakan secara bertahap sesuai kesiapan prasarana, terminal, pola operasi dan kebutuhan pelanggan.
Lokomotif CC205 menggunakan sistem traksi AC dan mesin berdaya 2.200 tenaga kuda.
Sarana ini dilengkapi Driver Safety System untuk membantu mengelola risiko kelelahan masinis, PowerView Detect untuk mendukung pemantauan kondisi jalur dan UpTime Connect yang memungkinkan pemantauan performa lokomotif selama 24 jam.
Dalam rangkaian uji operasional di wilayah Palembang, satu lokomotif CC205 telah diuji menarik 60 unit gerbong.
Hasil uji tersebut menjadi bagian dari evaluasi KAI dalam menentukan pola operasi dengan mempertimbangkan kemampuan sarana, kondisi lintas, kesiapan prasarana, kompetensi masinis, dan keselamatan perjalanan kereta api.
Senior Vice President International Locomotive Sales and Operations Progress Rail Colin Kerelchuk mengatakan, penyelesaian pengadaan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Progress Rail, KAI dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi, pengiriman, pengujian, pelatihan hingga penyiapan operasional.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan KAI selama proses penyelesaian 54 lokomotif ini. Progress Rail siap melanjutkan kolaborasi melalui dukungan teknologi, perawatan, pelatihan dan peningkatan kemampuan teknis agar sarana dapat dioperasikan secara andal dan efisien,” katanya.
Menurut Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, penambahan 54 lokomotif CC205 memperkuat kesiapan KAI dalam melayani kebutuhan logistik di Sumatra Selatan.
Wilayah tersebut, lanjutnya, memiliki aktivitas komoditas yang tinggi dan membutuhkan dukungan sarana, prasarana, SDM, serta sistem operasi yang terintegrasi.
“Penyelesaian pengadaan ini menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan logistik. Setiap sarana perlu didukung kesiapan jalur, pola operasi, sistem perawatan, kompetensi pekerja dan pemantauan performa agar dapat memberikan manfaat secara optimal,” tutur Bobby.
Dia menjelaskan, penguatan layanan dijalankan melalui pendekatan people, process dan performance.
Dari sisi people, sebanyak 305 pekerja telah mengikuti pelatihan, terdiri atas 195 pekerja bidang perawatan mesin, kelistrikan dan mekanik serta 110 pekerja operasional.
Dari sisi process, pengadaan dilengkapi program perawatan selama dua tahun, dukungan tenaga teknis, transfer pengetahuan dan peningkatan kemampuan pekerja KAI dalam mengoperasikan dan merawat lokomotif.
Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kesiapan sarana, sekaligus memperkuat kemampuan perawatan secara mandiri di lingkungan KAI.
Adapun dari sisi performance, lokomotif CC205 memiliki daya tarik yang mendukung rangkaian dengan kapasitas lebih besar, sehingga operasional dapat berjalan lebih efisien.
Penggunaan satu lokomotif CC205 juga berpotensi menggantikan kebutuhan dua lokomotif generasi sebelumnya pada pola operasi tertentu, dengan tetap memperhatikan kondisi lintas dan hasil evaluasi keselamatan.
Teknologi traksi AC, sistem pemantauan jarak jauh, serta perangkat keselamatan pada lokomotif mendukung pengelolaan performa sarana, konsumsi bahan bakar, kondisi komponen dan kesiapan masinis.
Evaluasi dilakukan secara berkala agar peningkatan kapasitas angkut tetap sejalan dengan keandalan sarana dan keselamatan perjalanan kereta api.
Pengadaan 54 lokomotif ini dipersiapkan untuk mendukung pengembangan kapasitas layanan logistik menuju sekitar 85 juta ton per tahun sesuai tahapan yang telah dikaji.
Pencapaian kapasitas tersebut tetap menyesuaikan penyelesaian prasarana, kesiapan terminal, kapasitas lintas dan perkembangan kebutuhan pelanggan.
“Kerja sama strategis ke depan perlu diarahkan pada transfer pengetahuan, penguatan kompetensi, kemampuan perawatan dan pengembangan fasilitas di dalam negeri. KAI membutuhkan mitra jangka panjang yang dapat mendukung penguatan ekosistem perkeretaapian dan logistik nasional,” jelas Bobby. B




