KA Jarak Jauh KAI Layani 308.874 Wisman Selama Semester I/2026

Seorang petugas tengah memeriksa dokumen keberangkatan wisatawan mancanegara di Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta. (dok. kai)
Bagikan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat tren positif perjalanan wisatawan mancanegara menggunakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ).

Sepanjang Semester I/2026, KAI melayani 308.874 wisatawan mancanegara, meningkat 2,54% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 301.219 wisatawan mancanegara.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi bagian dari pengalaman berwisata di Indonesia.

Bagi wisatawan mancanegara (wisman), perjalanan dengan kereta api menawarkan cara yang nyaman untuk berpindah antarkota, sekaligus menikmati suasana lokal dari dekat.

“Kereta api memberi pengalaman perjalanan yang khas. Wisatawan dapat menikmati pemandangan sawah, pegunungan, sungai, perkotaan hingga kawasan heritage dari balik jendela kereta. Perjalanan menjadi bagian dari cerita liburan mereka di Indonesia,” ujar Anne.

Minat wisman terhadap kereta api juga terlihat dari tren beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2022, KA Jarak Jauh KAI melayani 300.708 wisatawan mancanegara.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 580.995 wisatawan pada tahun 2023, lalu 669.226 wisatawan pada tahun 2024 dan mencapai 694.123 wisatawan pada tahun 2025.

Dalam rentang tahun 2022 hingga tahun 2025, volume wisatawan mancanegara yang menggunakan KA Jarak Jauh tumbuh 130,83%.

Anne menjelaskan, pertumbuhan tersebut selaras dengan semakin kuatnya peran kereta api dalam mendukung konektivitas menuju berbagai destinasi wisata.

KA Jarak Jauh menghubungkan kota – kota utama, kawasan budaya, pusat kuliner, destinasi alam dan wilayah yang menjadi magnet kunjungan wisatawan.

Berikut 10 stasiun dengan keberangkatan wisatawan mancanegara tertinggi pada Semester I/2026:

  1. Gambir: 50.067 wisman.
  2. Yogyakarta: 49.202 wisman.
  3. Bandung: 28.078 wisman.
  4. Pasarsenen: 16.980 wisman.
  5. Surabaya Gubeng: 15.514 wisman.
  6. Semarang Tawang: 11.668 wisman.
  7. Malang: 9.881 wisman.
  8. Surabaya Pasar Turi: 7.899 wisman.
  9. Cirebon: 6.474 wisman.

10.Probolinggo: 6.152 wisman.

Total keberangkatan wisatawan mancanegara dari 10 stasiun tersebut mencapai 201.915 pelanggan atau 65,37% dari total wisatawan mancanegara pengguna KAJJ pada Semester I/2026.

Data ini menunjukkan bahwa stasiun-stasiun utama KAI menjadi pintu penting bagi mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

“KAI melihat perjalanan wisatawan mancanegara dengan kereta api sebagai bagian dari promosi pesona Indonesia. Setiap lintas menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari panorama alam, wajah kota, keramahan layanan hingga kemudahan akses menuju destinasi wisata,” tutur Anne.

KAI terus memperkuat layanan KA Jarak Jauh melalui peningkatan kualitas sarana, kebersihan, keselamatan, ketepatan waktu, dan kemudahan pemesanan tiket melalui Access by KAI.

KAI juga mendorong integrasi layanan agar perjalanan wisatawan semakin mudah sejak tahap perencanaan hingga tiba di kota tujuan.

Anne menambahkan, kehadiran wisatawan mancanegara di layanan KA Jarak Jauh turut memberi dampak positif bagi ekosistem pariwisata daerah.

Perjalanan mereka membuka ruang bagi aktivitas hotel, kuliner, transportasi lanjutan, pemandu wisata, UMKM, dan pelaku ekonomi lokal di sekitar stasiun dan destinasi.

“Kereta api menjadi penghubung yang mempertemukan wisatawan dengan banyak cerita tentang Indonesia. KAI akan terus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman dan berkesan agar semakin banyak wisatawan mancanegara memilih kereta api sebagai bagian dari liburannya,” kata Anne. B

 

 

Komentar

Bagikan