InJourney Airports selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus berinovasi untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Bali, termasuk dengan membuka berbagai rute penerbangan langsung internasional hingga pengembangan berbagai fasilitas di bandara.
Menurut Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim, Bandara I Gusti Ngurah Rai terus memperkuat konektivitas penerbangan guna mempermudah mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi wisata di Indonesia.
Terbaru, Bandara Ngurah Rai membuka rute langsung Bali-Canberra yang dilayani oleh maskapai Virgin Australia.
“Rute tersebut merupakan rute penerbangan langsung internasional ke-41 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, yang dioperasikan oleh 43 maskapai penerbangan,” ujarnya.
Menurut Arie, setiap pembukaan rute internasional baru akan berdampak positif terhadap pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata.
Saat ini, wisatawan mancanegara yang pelesiran di Bali masih didominasi oleh turis asal Australia.
Dia menjelaskan, hal itu terlihat dari tingginya konektivitas penerbangan rute Bali ke berbagai kota di Negeri Kanguru. Australia tercatat menjadi negara dengan jumlah rute penerbangan langsung internasional terbanyak menuju Bali.
“Dari 41 rute penerbangan langsung internasional, sebanyak 12 rute merupakan rute yang menghubungkan Bali dengan berbagai kota di Australia,” ungkapnya.
Selain membuka berbagai rute penerbangan baru, InJourney Airports juga terus melakukan pengembangan fasilitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, misalkan perluasan dan penataan ulang area terminal.
Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai juga memperluas area pemeriksaan penumpang dan menambah unit baggage drop di area keberangkatan demi meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan penumpang.
Selain itu, lanjut Arie, beautifikasi kawasan bandara juga dilakukan dengan menambahkan nuansa hijau dan memperkuat unsur arsitektur khas Bali di berbagai area bandara.
“Manajemen lalu lintas kendaraan di dalam bandara turut menjadi perhatian. Kami mendesain ulang akses jalur kendaraan bermotor dan memperluas akses keluar – masuk bandara, untuk memastikan kelancaran lalu lintas di dalam area bandara,” ungkapnya.
Pada tahun lalu, Bandara I Gusti Ngurah Rai meresmikan gedung Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan terminal penumpang dengan area parkir kendaraan.
Area JPO tersebut dilengkapi shelter penjemputan penumpang untuk menambah kenyamanan pengguna jasa bandara.
“Pengembangan yang dilakukan ini bertujuan untuk memudahkan perjalanan penumpang pesawat dan mendukung kelancaran operasional bandara selama 24 jam setiap hari,” katanya. B




