
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melepas kepulangan 393 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) UPG 10 asal Kabupaten Wajo di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.
Momen pemulangan ini menjadi salah satu catatan baik dalam penyelenggaraan haji tahun 2026, karena seluruh jemaah UPG 10 dapat kembali ke tanah air dalam keadaan utuh.
“Saya mengapresiasi jemaah UPG 10. Semuanya tertib, tidak ada yang sakit dan tidak ada yang wafat. Ini capaian yang bagus untuk kloter ini,” ujar Menhaj di Bandara Jeddah, Minggu (7/6/2026).
Dia menilai, kepulangan jemaah dalam keadaan utuh merupakan anugerah yang patut disyukuri bersama.
Di tengah perjalanan ibadah yang panjang, padat, dan membutuhkan ketahanan fisik maupun mental, jemaah haji UPG 10 dinilai mampu menjaga kedisiplinan hingga akhir perjalanan.
Berdasarkan laporan petugas, hingga saat ini sebanyak 108 kloter atau sekitar 42.000 jemaah haji Indonesia telah kembali ke tanah air.
Jumlah tersebut setara dengan 20,9% dari total jemaah haji Indonesia.
“Laporan dari teman – teman bandara, sudah 108 kloter dengan sekitar 42.000 jemaah atau 20,9% dari seluruh jemaah haji kita. Semuanya lancar, semuanya baik – baik saja,” tutur Menhaj.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga memberikan pesan khusus kepada seluruh petugas haji.
Menhaj mengingatkan bahwa selesainya puncak haji bukan berarti tugas pelayanan telah berakhir.
Fase Pemulangan tetap menjadi bagian penting yang membutuhkan komitmen, kesabaran dan perhatian penuh hingga jemaah haji terakhir tiba di tanah air.
“Saya kira petugas, walaupun puncak haji sudah terlewati, saya harapkan tetap seperti awal. Tetap melanjutkan pekerjaan sampai kepulangan jemaah haji terakhir ke tanah air,” ungkapnya.
Dengan kepulangan Kloter UPG 10, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia berjalan tertib, aman dan lancar. B



