Jemaah Haji Indonesia Mulai Tiba di Madinah Lewat Jalur Darat

Jemaah haji Indonesia melakukan perjalanan ibadah. (dok. kemenhaj)
Bagikan

Kota Madinah di Arab Saudi mulai menyambut kedatangan rombongan pertama jemaah haji yang tiba dari Makkah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.

Para jemaah tiba di Madinah pada Jumat (29/5/2026) malam melalui Kereta Cepat Haramain, bus dan kendaraan lain yang melintasi Jalan Hijrah.

Kedatangan jemaah haji ke Madinah tersebut didukung sistem layanan lapangan dan pengaturan terpadu dari otoritas terkait.

Layanan tersebut disiapkan untuk memastikan kedatangan jemaah berjalan lancar hingga menuju akomodasi, terutama di kawasan pusat Haram.

Otoritas dan sektor terkait dengan haji di Madinah telah meningkatkan kesiapan untuk menerima rombongan jemaah pada masa pascahaji.

Tim lapangan terus bertugas di pusat – pusat penerimaan sementara dengan dukungan pasukan keamanan.

Petugas mengatur dan mengarahkan masuknya bus yang membawa jemaah dari Makkah menuju Madinah.

Selain itu, jemaah yang datang melalui jalur udara diterima melalui Hijrah Center, sedangkan jemaah jalur darat diterima melalui Land Pilgrims Reception Center, dengan seluruh layanan tersebut berjalan dalam sistem operasional 24 jam.

Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi telah menyelesaikan persiapan untuk menerima para jemaah.

Rencana operasional difokuskan pada penyiapan Masjid Nabawi dan seluruh fasilitasnya.

Persiapan itu dilakukan agar pengunjung dan jemaah dapat beribadah dalam lingkungan yang aman, tertib dan memadai.

Otoritas membuka 141 pintu di area jemaah laki – laki dan perempuan untuk mendukung kelancaran akses masuk jemaah.

Arus masuk pengunjung juga diatur melalui 100 jalur yang diawasi petugas khusus di bidang pengarahan dan pengelolaan kerumunan.

Sebagai persiapan di Masjid Nabawi juga mencakup pemasangan lebih dari 250.000 karpet di seluruh area masjid dan pelatarannya.

Otoritas turut menyediakan mushaf Al-Qur’an dan terjemahan maknanya dalam beberapa bahasa.

Layanan bimbingan dan pengarahan juga diperkuat untuk membantu jemaah selama berada di kompleks Masjid Nabawi.

Layanan khusus bagi pengunjung lanjut usia dan penyandang disabilitas turut disiapkan melalui titik distribusi kursi roda dan mobil listrik.

Selain itu, sebanyak 194 eskalator dan lift dioperasikan untuk melayani mobilitas jemaah, sedangkan layanan pengaturan kunjungan ke Raudhah Syarifah juga terus berjalan.

Masuknya para jemaah haji diatur sesuai dengan jadwal yang telah disetujui dan batas kapasitas yang berlaku.

Otoritas juga menggunakan layar digital untuk memberikan panduan dan edukasi kepada pengunjung.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperlancar pergerakan jemaah dan memberi kesempatan kepada lebih banyak pengunjung untuk beribadah. B

 

Komentar

Bagikan