Presiden Dorong Garuda Indonesia dan Saudia Airlines Bentuk Joint Venture

Sejumlah pesawat maskapai Garuda Indonesia. (dok. garudaindonesia)
Bagikan

Presiden Prabowo Subianto berencana memanggil Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) guna membahas rencana pembentukan kerja sama strategis dengan maskapai Arab Saudi melalui skema joint venture.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional penerbangan haji.

Kepala Negara menilai pola operasional angkutan haji selama ini masih belum optimal.

Dia menegaskan, kondisi di mana pesawat yang mengangkut jemaah dari Indonesia menuju Arab Saudi terisi penuh, tetapi kembali dalam kondisi kosong.

“Selama ini, pesawat Garuda berangkat membawa haji ke tanah suci, pulangnya kosong. Ini tidak ekonomis. Arab Saudi juga demikian, mengembalikan haji ke Indonesia, kembalinya kosong,” jelasnya di Jakarta.

Maka dari itu, Presiden mendorong terbentuknya perusahaan patungan antara Indonesia dan Arab Saudi dengan komposisi kepemilikan masing – masing 50%.

Dengan skema tersebut, dia menambahkan, diharapkan tingkat keterisian pesawat dapat optimal baik saat keberangkatan maupun kepulangan.

“Kenapa tidak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan 50% Arab Saudi, 50% Indonesia. Berangkat dari Indonesia pesawat penuh, pulang juga penuh. Biaya ibadah haji bisa turun lagi, waktu lebih singkat,” ungkapnya.

Presiden menegaskan bahwa pembahasan rencana tersebut harus dilakukan secara cepat dan menekankan pentingnya langkah konkret dari manajemen Garuda Indonesia untuk segera menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut.

“Harus kerja cepat. Pemerintah ini kerja cepat. Dirut Garuda nanti menghadap saya,” tegasnya.

Sebagai informasi, angkutan haji merupakan salah satu segmen strategis bagi industri penerbangan nasional dengan volume penumpang yang besar setiap tahun.

Namun, tantangan efisiensi, khususnya terkait utilisasi armada pada rute pergi pulang, masih menjadi isu utama yang memengaruhi biaya operasional. B

 

 

Komentar

Bagikan