InJourney Destination Management Ajak Masyarakat Nikmati Waisak di Borobudur

Pelepasan lampion pada detik Waisak 2568 di Candi Borobudur. (dok. kemenpar)
Bagikan

InJourney Destination Management (IDM) kembali menghadirkan pengalaman spiritual dan kultural melalui perayaan Waisak di Candi Borobudur yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah prosesi pelepasan lampion yang menjadi simbol reflektif dan peneguhan harapan menuju kehidupan yang lebih baik.

Menurut Direktur Komersial IDM Richard Gistang Panutur, tradisi pelepasan lampion dalam perayaan Waisak tidak sekadar indah secara visual, tetapi juga mencerminkan perjalanan batin untuk berefleksi, menenangkan diri dan menguatkan harapan.

“Cahaya lampion yang terbang ke langit membawa doa dan harapan, menghadirkan suasana yang penuh makna di tengah kemegahan warisan budaya dunia. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bisa mengikuti prosesi ini secara khidmat dan nyaman,” jelasnya di Yogyakarta.

InJourney Destination Management mengajak masyarakat luas untuk ikut merasakan pengalaman tidak terlupakan dengan membuka penjualan tiket lampion Waisak di Borobudur melalui kanal https://ticket.injourneydestination.id/ dengan ketentuan sebagai berikut:

Paket Lampion

Tiket lampion Waisak tersedia dengan harga Rp950.000 untuk wisatawan nusantara (wisnus) dan Rp1,2 juta untuk wisatawan mancanegara (wisman).

Tiket ini termasuk ikut pelepasan lampion, tiket masuk kawasan pada 31 Mei 2026 dan berbagai perlengkapan pendukung seperti kaos merchandise Waisak, tote bag, wishing card, pulpen, jas hujan, mini flashlight, serta layanan shuttle kendaraan listrik pergi pulang (pp).

Penjualan tiket ini telah dibuka sejak 18 April 2026 hingga 31 Mei 2026.

Paket Lampion dan Pradaksina

Bagi pengunjung yang menginginkan pengalaman lebih mendalam, tersedia paket tiket lampion yang terintegrasi dengan kegiatan sunrise pradaksina.

Paket ini mengajak peserta untuk menjalani langsung prosesi pradaksina atau berjalan sambil bermeditasi (walking meditation) berkeliling Candi Borobudur di pagi hari, setelah malam pelepasan lampion.

Peserta bisa merasakan khidmatnya praktik kesadaran penuh (mindfulness), dengan peserta berjalan sambil memusatkan perhatian penuh pada setiap gerakan tubuh, sensasi telapak kaki yang menyentuh tanah dan ritme napas di pelataran situs Warisan Dunia.

Paket ini ditawarkan dengan harga Rp1,35 juta untuk wisnus dan Rp1,75 juta untuk wisman.

Selain fasilitas tiket lampion, pengunjung juga mendapatkan akses masuk kawasan pada 31 Mei dan 1 Juni 2026, tiket mengikuti sunrise pradaksina, serta layanan upanat dan transportasi EV wara wiri di dalam kawasan.

Penjualan paket ini dimulai pada 25 April 2026 hingga 31 Mei 2026.

Paket Menonton di Tribun

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pelepasan lampion Waisak di Borobudur, tersedia tiket menonton dari tribun yang berada di sisi Selatan (samping) Marga Utama Candi Borobudur sebagai lokasi utama pelepasan lampion.

Tiket seharga Rp250.000 untuk wisnus dan Rp350.000 untuk wisman ini mencakup akses masuk kawasan pada 31 Mei 2026, serta tempat duduk di tribun saat pelepasan lampion.

Penjualan tiket tribun dimulai pada 2 Mei 2026 hingga 31 Mei 2026.

Paket Menonton di Candi Borobudur

Selain itu, tersedia pula tiket masuk untuk menyaksikan suasana pelepasan lampion di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur seharga Rp65.000 untuk wisnus dan Rp150.000 untuk wisman.

Penjualan tiket dimulai tanggal 9 Mei 2026 sampai tanggal 31 Mei 2026.

Menurut Direktur Komersial InJourney Destination Management Richard Gistang Panutur, perayaan Waisak di Borobudur merupakan ruang perjumpaan antara nilai spiritual, budaya dan kemanusiaan.

InJourney Destination Management mengajak seluruh pengunjung untuk mengikuti ketentuan yang berlaku selama perayaan berlangsung, demi menjaga kekhidmatan dan kelestarian kawasan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia.

“Pelepasan lampion bukan hanya sebuah tradisi, melainkan momentum refleksi yang mengajak kita semua untuk melepaskan hal – hal yang membebani, sekaligus menumbuhkan harapan baru. Kami berharap setiap pengunjung dapat merasakan ketenangan, kebersamaan dan makna mendalam dari perayaan ini,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan yang terkelola dengan baik, perayaan Waisak diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga pengalaman yang membekas, memperkuat nilai toleransi dan menghadirkan harmoni antara manusia, budaya, serta alam. B

 

Komentar

Bagikan