
Tingginya mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 menjadi tantangan besar dalam menjaga kelancaran transportasi nasional.
Di balik arus mudik dan balik yang berlangsung aman, tertib dan terkendali, terdapat sinergi kuat antar pemangku kepentingan yang bekerja tanpa henti memastikan perjalanan masyarakat berjalan lancar.
Sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan kunjungan resmi kepada Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri di Jakarta pada Selasa (29/4/2026).
Kunjungan ini dihadiri Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Wakil Direktur Utama Yossianis Marciano, Direktur Operasi dan Transformasi Rio Lasse, Direktur Teknik Nana Sutisna, dan Direktur Keuangan Bunga Herlina.
Selain itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Faizal, Kepala Bagian Ops Korlantas Polri Aris Syahbudin, Kepala Subdirektorat Pengawalan dan Patroli Jalan Raya Korlantas Polri Ruben Verry, serta jajaran manajemen lainnya.
Menurut Direktur Utama Heru, keberhasilan Angkutan Lebaran tahun ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan transportasi nasional, termasuk peran strategis Korlantas Polri dalam pengaturan lalu lintas menuju kawasan pelabuhan.
“Keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antar seluruh pemangku kepentingan. Kami menyampaikan apresiasi setinggi – tingginya kepada Korlantas Polri atas dukungan dan sinergi yang terjalin sangat baik dalam menjaga kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik,” jelasnya.
Selama periode Angkutan Lebaran, sinergi ASDP dan Korlantas Polri diwujudkan melalui penerapan delaying system yang terintegrasi di sejumlah titik penyangga atau buffer zone.
Sistem ini diterapkan untuk mengatur arus kendaraan sebelum memasuki area pelabuhan, sehingga kepadatan dapat dikendalikan secara lebih terstruktur dan keselamatan pengguna jasa tetap terjaga.
Dalam implementasinya, ASDP juga berperan aktif melalui proses screening kendaraan dengan pemberian sticker bagi pengguna jasa yang telah memiliki tiket dan tiba sesuai jadwal layanan.
Kendaraan yang telah terverifikasi kemudian diarahkan secara bertahap menuju pelabuhan guna memastikan kelancaran arus masuk dan optimalisasi layanan penyeberangan.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa penerapan delaying system dan pengaturan kendaraan melalui titik buffer zone terbukti efektif dalam mengurai kepadatan, serta menjaga kelancaran lalu lintas menuju kawasan pelabuhan selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, sepanjang periode mudik H-8 hingga H+8 pukul 06:00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4.722.213 orang atau meningkat 6,6% dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.430.006 orang.
Sementara itu, total kendaraan mencapai 1.215.273 unit atau naik 8% dari 1.125.178 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Meski terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang dan kendaraan, layanan penyeberangan tetap terkelola dengan baik. Hal ini tercermin dari capaian indikator kepuasan pemudik sebesar 85,3%, yang menunjukkan pengguna jasa merasa cukup puas terhadap layanan transportasi selama periode mudik,” jelas Windy.
ASDP berkomitmen terus memperkuat sinergi lintas sektor guna menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, nyaman dan andal sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran konektivitas nasional. B



