KAI Commuter Konsisten Catat Tren Positif di Kuartal I/2026

KAI Commuter Line mengoperasikan perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL). (dok. kci)
Bagikan

Memasuki Kuartal I/2026, KAI Commuter terus menunjukkan konsistensi dalam peningkatan volume penumpang dan pengembangan layanan infrastruktur.

Melalui optimalisasi stasiun strategis dan pembangunan berkelanjutan, KAI Commuter berkomitmen memberikan layanan perjalanan urban yang lebih efisien, serta ramah lingkungan khususnya di wilayah Jabodetabek.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda, salah satu capaian penting adalah peningkatan volume penumpang Commuter Line Jabodetabek, pada kuartal pertama ini KAI Commuter telah melayani 87.979.371 pengguna.

Angka tersebut meningkat 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 82.114.334 pengguna.

“Setiap hari kerja, hampir 1,1 juta masyarakat di wilayah Jabodetabek mengandalkan Commuter Line sebagai transportasi untuk aktivitas hariannya,” katanya.

Karina menjelaskan, mulai dari pedagang di pasar-pasar hingga pegawai kantor, dari berbagai usia, menjadikan moda transportasi ini sebagai andalan untuk mobilitasnya.

Selain itu, lanjutnya, capaian yang tidak kalah penting pada kuartal pertama ini adalah peningkatan pengguna di Stasiun Pondok Rajeg.

Sejak direaktivasi akhir tahun 2024, stasiun ini menjadi tulang punggung baru bagi mobilisasi warga di wilayah penyangga, khususnya rute Cibinong – Nambo.

Pengguna yang naik dari stasiun ini di Kuartal I/2026 sebanyak 131.996 orang, angka ini naik sebesar 46% jika dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sebanyak 90.405 orang.

Pada kuartal pertama ini juga KAI Commuter telah mengoperasikan Stasiun Jatake untuk naik dan turun pengguna Commuter Line di lintas Tanah Abang – Rangkasbitung yang juga terus mencatat peningkatan volume penggunanya.

Pada Januari 2026 awal pengoperasiannya sebanyak 938 orang per hari, sedangkan itu saat ini di Maret 2026 sebanyak 1.183 orang per harinya.

“Peningkatan volume penumpang di titik ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan transportasi publik yang terintegrasi untuk menghindari kemacetan di jalan raya,” tutur Karina.

Guna peningkatan layanan dan respons strategis terhadap tren peningkatan volume pengguna Commuter Line yang terus tumbuh secara signifikan, KAI Commuter bersama KAI lakukan pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Stasiun Bogor melalui perpanjangan Jalur 6, Jalur 7 dan Jalur 8.

Perpanjangan jalur ini sebagai salah satu strategi untuk antisipasi kepadatan pengguna di Stasiun Bogor yang setiap hari mencapai 98.000 hingga 100.000 orang yang naik dan turun dan pengoperasian KRL dengan 12 kereta (SF12) di peron jalur stasiun ini.

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, KAI Commuter terus memperkuat aspek inklusivitas di seluruh area operasional.

Salah satunya di Stasiun Cikini yang kini menghadirkan fasilitas layanan disabilitas berupa platform lift bagi pengguna lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas.

Inovasi fasilitas layanan yang pertama di lingkungan transportasi ini merupakan wujud transportasi publik yang ramah untuk semua kalangan.

Selain bisnis utama sebagai layanan transportasi, KAI Commuter juga kembangkan lifestyle brand dan ekosistem perkeretaapian melalui C-Merch, yaitu bisnis retail lainnya sebagai penunjang layanan Commuter Line.

Selain itu, C-Advertising yang merupakan bisnis periklanan di sarana KRL yang dapat memperkuat sinergi antara perusahaan, mitra strategis dan masyarakat.

Capaian di kuartal pertama ini adalah bukti nyata dari transformasi berkelanjutan dari KAI Commuter.

“Kami tidak hanya mengupayakan untuk peningkatan di sisi volume pengguna, tapi juga layanan Commuter Line yang bisa menjadi suatu ekosistem perkeretaapian yang memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan fondasi yang kuat di Kuartal I/2026, lanjut Karina, KAI Commuter optimis dapat terus meningkatkan standar layanan transportasi publik nasional hingga akhir tahun. B

 

 

Komentar

Bagikan