Madinah Siapkan 118 Hotel untuk Jemaah Indonesia

Kondisi hotel jemaah haji Indonesia yang tersebar di tiga wilayah utama, yakni Syamaliah (Utara), Janubiyah (Selatan) dan Gharbiyah (Barat). (dok. kemenhaj.go.id)
Bagikan

Kota Madinah Al Munawarah siap menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia yang akan menjalani rangkaian ibadah haji tahun 2026.

Kesiapan penginapan menjadi salah satu kunci utama agar jemaah dapat beristirahat dengan nyaman dan menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Sebanyak 103.000 jemaah haji Indonesia Gelombang Pertama dijadwalkan tiba di Madinah.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menyiapkan 118 hotel yang tersebar di tiga wilayah utama, yakni Syamaliah (Utara), Janubiyah (Selatan) dan Gharbiyah (Barat).

Perbedaan karakteristik hotel di Madinah, terutama dari sisi kapasitas kamar, menjadi tantangan tersendiri dalam penempatan jemaah.

Kapasitas hotel yang tidak selalu sebanding dengan jumlah jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter) membuat penempatan harus dilakukan secara penyesuaian.

Dalam kondisi tersebut, sebagian jemaah dalam satu kloter dimungkinkan menempati hotel yang berbeda.

Namun demikian, Kemenhaj memastikan seluruh layanan tetap diberikan secara setara tanpa perbedaan kualitas.

Kasi Akomodasi Daker Madinah Zaenal Mutaqin menegaskan bahwa seluruh jemaah akan memperoleh layanan dengan standar yang sama.

“Seluruh layanan yang kita berikan kepada jemaah itu sama. Mulai dari hotel, konsumsi, transportasi hingga layanan ibadah, seperti ziarah, semuanya sudah distandarkan,” jelasnya.

Dia menambahkan, standar layanan tersebut mencakup konsumsi, transportasi, pengangkutan koper hingga program ibadah, seperti city tour dan ziarah Raudhah, sehingga seluruh jemaah tetap mendapatkan pelayanan yang optimal.

Meski terdapat variasi kualitas hotel, mulai dari setara bintang tiga hingga sebagian mendekati bintang empat, hal tersebut tidak mengurangi standar pelayanan yang diterima jemaah.

“Memang hotelnya berbeda, tetapi standar layanannya sama. Bahkan, ada hotel dengan fasilitas mendekati haji khusus, meski jemaahnya reguler,” ungkapnya.

Kemenhaj juga berupaya agar jemaah dalam satu keluarga, pasangan suami istri dan jemaah lanjut usia (lansia) beserta pendampingnya tidak terpisah dalam penempatan hotel.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman dan khusyuk selama berada di Madinah. B

Komentar

Bagikan