Biosolar B40 untuk Semua Lokomotif

Seorang petugas tengah mengisi bahan bakar untuk kereta api. (dok. kai.id)
Bagikan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai menggunakan Biosolar B40 pada seluruh lokomotif dan genset, sebagai bagian dari transisi energi di sektor transportasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, seluruh sarana operasional kini telah memakai bahan bakar berbasis energi terbarukan.

“Seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI telah menggunakan energi terbarukan melalui bahan bakar Biosolar B40,” kata Anne.

Selain itu, KAI juga menyiapkan langkah lanjutan dengan mengadopsi Biosolar B50 dan penggunaan bahan bakar ini masih menunggu uji teknis sebelum diterapkan.

“KAI menaruh perhatian besar dan siap mendukung langkah selanjutnya dari Kementerian ESDM, yaitu pengembangan B50,” ujar Anne.

Setiap lokomotif dan genset akan melalui pengujian untuk memastikan keselamatan perjalanan tetap terjaga.

Penggunaan B40 dinilai membantu menekan emisi operasional kereta api. KAI melihat langkah ini memperkuat posisi kereta sebagai transportasi yang lebih ramah lingkungan.

“Kami mengerti bahwa efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau adalah hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan,” tutur Anne.

Program ini juga sejalan dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati untuk mendukung target Net Zero Emission 2060.

Penggunaan energi hijau berjalan seiring dengan peningkatan jumlah pengguna kereta api.

Selama Kuartal I/2026, jumlah penumpang mencapai 14.515.350 orang.

Angka ini naik 18,4% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 12.261.632 penumpang.

KAI juga mencatat angkutan logistik tetap tinggi. Selama periode yang sama, KAI mengangkut 12.075.002 ton batu bara serta 2.873.440 ton barang lainnya.

Seluruh distribusi dilakukan dengan sarana yang telah menggunakan biosolar B40.

Manajemen KAI menyebutkan bahwa penggunaan energi terbarukan menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah di sektor energi.

“Kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang ramah lingkungan terus tergambar dari peningkatan volume pelanggan,” kata Anne. B

 

 

Komentar

Bagikan