Kemenhaj Minta Waspadai Tawaran Visa Haji Mujamalah

Jemaah calon haji menuju pintu gerbang pesawat untuk ke tanah suci di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. (dok. bandarahangnadim)
Bagikan

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi tidak menerbitkan visa haji furoda pada penyelenggaraan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Oleh karena itu, kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan tawaran visa mujamalah di media sosial.

“Visa mujamalah ini memang setiap tahun selalu dikeluarkan Pemerintah Saudi sebagai bentuk atensi di luar kuota, tapi berapa jumlahnya visa mujamalah itu akan sangat tergantung dari Pemerintahan Saudi,” ujarnya di Gedung Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta.

Mengenai visa mujamalah ada atau tidak pada tahun ini, Wamenhaj menyatakan bahwa yang mampu menjawab hal tersebut hanya otoritas Pemerintah Saudi, karena hal itu merupakan kewenangan Arab Saudi.

“Visa mujamalah itu merupakan kewenangan Arab Saudi, ada atau tidaknya yang bisa menjawab adalah pihak Saudi Arabia,” jelas Dahnil.

Dengan begitu, Kemenhaj mengimbau agar masyarakat yang ingin berangkat haji tidak mudah percaya dengan tawaran visa mujamalah di media sosial agar tidak tertipu.

Dia menegaskan tingkat kepastian dari visa mujamalah sangat rendah.

“Kami wanti – wanti juga kepada publik terutama jemaah haji atau yang akan berangkat haji. Jangan sampai tertipu dengan orang mengatasnamakan menjual visa mujamalah, karena tidak ada kepastian,” tuturnya.

Wamenhaj menuturkan, yang pasti visa itu cuma satu, yaitu visa haji yang berdasarkan kuota dari Pemerintah Arab Saudi, tapi selebihnya tingkat ketidakpastiannya itu tinggi.

Dia menilai iming iming penawaran visa di luar visa haji resmi berpotensi merugikan calon jemaah, sehingga Kemenhaj diminta lebih waspada terkait penawaran visa mujamalah.

“Karena nanti ada orang jual di internet seolah – olah dapat bisa visa mujamalah. Itu tingkat kepastiannya sangat rendah. Oleh sebab itu, jemaah jangan sampai tertipu dengan imingiming, baik itu bisa visa mujamalah apalagi visa furoda yang memang tidak ada,” ungkapnya. B

Komentar

Bagikan