Kota Solo atau Surakarta di Provinsi Jawa Tengah kembali mencuri perhatian nasional. Bukan tanpa alasan, kota ini dinobatkan sebagai yang paling maju di Indonesia versi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 – 2026.
Wilayah ini menempati posisi teratas sebagai kota paling maju di Indonesia berdasarkan skor IDSD 2025 – 2026 yang dirilis BRIN atau mencatat skor tertinggi 4,43, mengungguli Kota Yogyakarta (4,42) dan Semarang (4,37).
Pencapaian ini sekaligus menegaskan dominasi Jawa Tengah, dengan tiga kota, Surakarta, Semarang dan Magelang, masuk dalam daftar kota paling maju di Indonesia versi BRIN.
Menurut Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah Mohamad Arief Irwanto, keberhasilan Solo ditopang oleh sejumlah indikator utama.
“Salah satunya adalah lingkungan pendukung yang kondusif, terutama dalam hal efektivitas birokrasi dan regulasi yang mempermudah dunia usaha,” ujarnya.
Selain itu, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Solo dinilai unggul, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi fondasi penting dalam mendorong produktivitas dan daya saing daerah.
Pada sektor inovasi, Kota Solo juga menunjukkan performa menonjol. Pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik dan tata kelola kota berjalan masif, menciptakan efisiensi, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Dari sisi ekonomi, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu kunci. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dinilai berhasil menjalankan 17 program prioritas pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.
Program tersebut mencakup revitalisasi kawasan budaya seperti Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran, pengembangan destinasi wisata, seperti Solo Safari, hingga pembangunan infrastruktur strategis, seperti rel layang Joglo untuk mengurai kemacetan.
Tidak hanya itu, pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed dan pengembangan kawasan teknologi, seperti Solo Tech Island turut memperkuat identitas kota sebagai pusat budaya sekaligus inovasi.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyatakan bahwa pencapaian tersebut patut disyukuri, karena keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
“Alhamdulillah, tentu senang sekali karena Kota Solo dinobatkan menjadi kota yang paling maju se-Indonesia berdasarkan daya saing. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang terus menerus terjalin antara masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah kota,” tuturnya.
Pemkot Solo, kedepannya mulai mengarahkan fokus pada keberlanjutan pembangunan, seperti program Rumah Siap Kerja dan UMKM Center menjadi prioritas baru untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan kombinasi antara modernisasi, penguatan ekonomi lokal dan pelestarian budaya, Solo kini menjadi barometer kemajuan daerah di Indonesia, membuktikan bahwa kota berukuran sedang pun mampu bersaing di level nasional, bahkan melampaui kota – kota besar. B




