ASDP Perkuat Layanan dan Konektivitas Tarakan – Sebawang

Kapal ASDP di lintasan Tarakan Sebawang. (dok. asdp.id)
Bagikan

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan tuntutan layanan yang semakin dinamis, PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah strategis untuk menjaga kesinambungan operasional penyeberangan.

Melalui penyesuaian tarif lintasan Tarakan – Sebawang yang diberlakukan sejak Senin, 6 April 2026, ASDP memastikan layanan tetap optimal, aman dan berkelanjutan.

Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 100.3.3.1/78/2026 sebagai perubahan ketiga atas regulasi sebelumnya terkait angkutan penyeberangan antarkabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara.

Penyesuaian tarif menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, keselamatan dan keberlanjutan operasional di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung arah kebijakan pemerintah sekaligus menghadirkan layanan yang semakin andal.

“Penyesuaian tarif ini kami lakukan untuk memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan optimal, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa. Kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Lintasan Tarakan – Sebawang dilayani oleh KMP Manta berkapasitas 627 GT, yang mampu mengangkut hingga 202 penumpang dan 19 unit kendaraan.

Kapasitas ini menjadi elemen penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung distribusi logistik di wilayah tersebut.

Menurut General Manager ASDP Balikpapan Muhammad Ramadhani, sepanjang Januari hingga Maret 2026, lintasan ini telah melayani 1.817 penumpang dan 2.325 unit kendaraan.

Dia menambahkan bahwa pencapaian tersebut menegaskan peran strategis lintasan sebagai penghubung vital antarwilayah dan menunjukkan bahwa lintasan Tarakan – Sebawang memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga pergerakan ekonomi, serta sosial masyarakat.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan agar semakin responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa,” jelasnya.

Sejalan dengan transformasi digital, pembelian tiket dari sisi Tarakan kini telah mengadopsi platform Ferizy.

Melalui sistem ini, pengguna jasa dapat melakukan reservasi tiket secara mandiri sejak H-60 sebelum jadwal keberangkatan.

Digitalisasi ini tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi, tetapi juga mengurangi antrean di pelabuhan serta meminimalkan potensi kepadatan kendaraan.

Selain itu, pengelolaan data penumpang dan kendaraan menjadi lebih akurat, sehingga mendukung peningkatan aspek keselamatan dan kenyamanan secara menyeluruh.

Sebagai operator penyeberangan nasional, ASDP berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang andal, efisien dan berkelanjutan.

Penyesuaian tarif ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan perusahaan dalam memastikan setiap perjalanan tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menghadirkan pengalaman layanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa. B

 

Komentar

Bagikan