PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur memastikan operasional kapal feri di lintasan Ketapang (Banyuwangi) – Gilimanuk (Bali) berjalan sesuai skenario pengendalian arus balik Lebaran 2026.
“Sampai dengan H+1 Lebaran, arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan, dan pola kedatangan yang merata membuat proses bongkar muat kapal berlangsung cepat dan efisien tanpa hambatan,” jelas General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang Banyuwangi Arief Eko di Banyuwangi, Jawa Timur.
Dia menjelaskan, optimalisasi jumlah trip atau pelayaran kapal dan pengaturan pola sandar kapal menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran layanan di tengah peningkatan volume.
Arief menuturkan, operasional penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang terjadi peningkatan trafik terjadi secara signifikan, tetapi tetap terkendali.
Data Posko Angkutan Lebaran Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali pada Hari Lebaran Kedua, Minggu (22/3) tercatat 156 trip kapal dengan total 23.929 penumpang, naik 9,5% dibandingkan dengan tahun lalu.
Menurutnya, kendaraan roda dua menjadi kontributor utama adalah sebanyak 3.995 unit, diikuti roda empat 2.948 unit, truk 298 unit dan bus 136 unit.
“Total kendaraan yang menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang mencapai 7.377 unit atau meningkat 14,3% di bandingkan tahun sebelumnya, dan ini mencerminkan tingginya mobilitas dari Bali menuju Jawa yang tetap mampu diakomodasi dengan baik oleh kapasitas layanan,” tutur Arief.
Dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk pada Hari Lebaran Kedua tercatat 162 trip kapal dengan total 26.424 penumpang.
Dia mengatakan, kendaraan logistik juga menunjukkan lonjakan, yakni 288 unit atau meningkat 64,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ini menandakan aktivitas distribusi barang tetap berjalan dinamis di tengah periode arus balik. Untuk kendaraan roda empat tercatat 3.320 unit dan bus 219 unit, dengan total kendaraan mencapai 7.540 unit atau meningkat 4,2%,” tutur Arief.
Dia menambahkan, secara kumulatif pergerakan dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang sejak H-10 Lebaran 2026 hingga Hari Lebaran Kedua mencapai 246.892 penumpang dan total 51.514 kendaraan.
“Secara kumulatif jumlah penumpang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk sejak H-10 hingga Hari Lebaran Kedua atau Minggu, 22 Maret 2026 mencapai 541.215 orang, meningkat 5,1% dengan total kendaraan 172.689 unit atau tumbuh 6%,” ungkapnya. B




