Singapore Airlines Akselerasi Target 17,6 Juta Kunjungan ke Indonesia

Salah satu armada maskapai Singapore Airlines. (dok. wikipedia.org)
Bagikan

Pemerintah Indonesia optimistis mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menjadi 16 juta kunjungan hingga 17,6 juta kunjungan pada tahun 2026.

Target tersebut ditetapkan setelah proyeksi 15 juta kunjungan pada tahun 2025 dinilai tercapai.

Selain jumlah kunjungan, pemerintah juga membidik devisa pariwisata hingga Rp24,7 miliar dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4,5% hingga 4,7%.

Dalam Rapat Koordinasi Kepariwisataan, pemerintah menyepakati penguatan infrastruktur dan konektivitas.

Upaya tersebut mencakup peningkatan konektivitas antarbandara, penyederhanaan kebijakan visa kunjungan dan program promosi terpadu antara pusat dengan daerah.

Di titik inilah peran maskapai internasional, termasuk Singapore Airlines (SIA) menjadi krusial, terutama dalam memastikan konektivitas global yang stabil dan kompetitif.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi Singapura sebagai hub global memberikan keuntungan tersendiri bagi arus wisatawan menuju Indonesia.

Maskapai Singapore Airlines dinilai mampu memainkan peran penting sebagai penghubung antara pasar Eropa, Amerika Serikat dan Asia Pasifik dengan destinasi di tanah air.

Sejalan dengan target peningkatan kunjungan wisman, Singapore Airlines melihat peluang untuk berkolaborasi dengan mitra pariwisata Indonesia.

Melalui upaya kolaborasi tersebut, Singapore Airlines mendukung kegiatan familiarisation trip (famtrip) yang digagas oleh Kementerian Pariwisata, dengan tujuan mengajak pelaku industri pariwisata mancanegara untuk mendapatkan pengalaman secara langsung merasakan destinasi wisata di Indonesia.

Saat ini, SIA mengoperasikan sembilan penerbangan per hari antara Jakarta dan Singapura menggunakan Boeing 777 dan Airbus A350, dengan frekuensi yang telah kembali ke level pra-pandemi sejak Mei 2025.

Total jaringan SIA di Indonesia mencakup 63 penerbangan per minggu ke Jakarta

42 penerbangan per minggu ke Bali, ada 19 penerbangan per minggu ke Surabaya dan sebanyak 14 penerbangan per minggu ke Medan.

Dengan persetujuan regulator, frekuensi rute Singapura – Surabaya akan ditambah dari 19 penerbangan menjadi 21 penerbangan per minggu (tiga kali sehari) menggunakan Boeing 737-8 berkapasitas 154 kursi.

Tambahan frekuensi ini akan diterapkan pada penerbangan SQ 926/927, yang saat ini beroperasi lima kali seminggu, menjadi setiap hari.

Anak usaha SIA, yakni maskapai Scoot, juga memperluas operasinya dengan melayani 11 kota di Indonesia.

Penambahan kapasitas dijadwalkan untuk Labuan Bajo, Semarang, Palembang dan Medan mulai akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. B

 

 

Komentar

Bagikan