HK Realtindo Gandeng InJourney Kelola Up Peak Hotel Semarang

Penandatanganan kerja sama PT HK Realtindo (HKR), anak usaha PT Hutama Karya (Persero) dan PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality sebagai operator Up Peak Hotel Simpang Lima. (dok. istimewa)
Bagikan

PT HK Realtindo (HKR), anak usaha PT Hutama Karya (Persero), menggandeng PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality sebagai operator Up Peak Hotel Simpang Lima Semarang, salah satu aset hospitality unggulan perusahaan.

Kerja sama tersebut merupakan bentuk nyata transformasi pengelolaan aset perhotelan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kerja sama operatorship tersebut menjadi bagian dari strategi besar konsolidasi hotel – hotel BUMN di bawah ekosistem PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, yang tengah mendorong pengelolaan aset pariwisata nasional secara lebih terintegrasi dan profesional.

Penandatanganan perjanjian dilaksanakan pada 27 Februari 2026 di Jakarta dan ditandatangani langsung oleh Direktur Utama HK Reltindo Juni Iranto bersama Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour Christine Hutabarat, disaksikan manajemen kedua perusahaan.

Kolaborasi ini merupakan implementasi roadmap transformasi Danantara yang menargetkan integrasi pengelolaan hotel BUMN dalam satu sistem manajemen terpadu.

Pada 2026, InJourney Hospitality menargetkan sekitar 109 hotel milik BUMN dapat dikelola dalam jaringan nasional yang sama guna meningkatkan efisiensi operasional, standardisasi layanan, serta daya saing industri hospitality domestik.

Up Peak Hotel Simpang Lima Semarang dipilih sebagai bagian dari integrasi tersebut, karena memiliki posisi strategis di kawasan Simpang Lima, pusat aktivitas bisnis, sekaligus destinasi wisata utama Kota Semarang.

Hotel bintang tiga dengan 90 kamar ini berada di area premium yang memiliki permintaan stabil dari segmen korporasi maupun wisatawan domestik.

Lokasi yang dekat dengan pusat perkantoran, kawasan komersial dan akses transportasi utama menjadikan hotel ini memiliki potensi okupansi yang kuat.

Dengan pengelolaan profesional melalui jaringan InJourney Group, performa hotel ditargetkan meningkat melalui optimalisasi strategi pemasaran, peningkatan okupansi kamar dan penerapan sistem revenue management yang lebih modern dan terintegrasi.

Menurut Direktur Utama HK Realtindo Juni Iranto, kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai ekonomi aset, sekaligus memperkuat bisnis hospitality sebagai sumber pendapatan berulang perusahaan.

“Sinergi dengan operator nasional yang memiliki jaringan luas diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja operasional, sekaligus memperpanjang siklus nilai aset properti perusahaan,” jelasnya dalam keterangannya.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Teknik HK Realtindo M. Reza Arisandy menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada operasional hotel, tetapi juga transformasi menyeluruh mencakup standarisasi layanan, penguatan branding hingga optimalisasi sistem pengelolaan pendapatan.

Dia optimistis Up Peak Hotel Simpang Lima Semarang dapat menjadi model keberhasilan integrasi hotel BUMN lainnya dalam proses konsolidasi nasional yang sedang berjalan.

Dalam skema kerja sama tersebut, InJourney Hospitality bertindak sebagai operator yang mengelola operasional hotel secara penuh, termasuk strategi pemasaran.

Selain itu, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan standar pelayanan dan integrasi sistem manajemen ke dalam jaringan nasional InJourney Group.

Di sisi lain, HK Realtindo tetap berperan sebagai pemilik aset (asset owner) dengan fokus pada penguatan nilai properti dan strategi investasi jangka panjang guna menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menegaskan arah baru pengelolaan aset hospitality BUMN yang tidak lagi sekadar berorientasi operasional, tetapi juga pada optimalisasi nilai investasi dan penciptaan recurring income yang stabil.

Melalui sinergi antar-BUMN dan pengelolaan berbasis profesionalisme, integrasi hotel nasional diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan di tengah persaingan industri hospitality yang semakin dinamis. B

Komentar

Bagikan