Bandara I Gusti Ngurah Rai Dukung Program Travel Rehearsal Emirates

Pelaksanaan program Travel Rehearsal yang digagas oleh maskapai Emirates di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (dok. istimewa)
Bagikan

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus mempertegas komitmennya dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif dan ramah bagi seluruh pengguna jasa, termasuk penumpang dengan kebutuhan khusus.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Travel Rehearsal yang digagas oleh Emirates, maskapai pertama di dunia yang menyandang predikat Autism Certified Airline.

Program Travel Rehearsal yang diselenggarakan di Bandara I Gusti Ngurah Rai tersebut menjadi bagian dari inisiatif global Emirates bertajuk Perjalanan yang Dapat Diakses untuk Semua.

Bali menjadi destinasi terbaru yang menjadi tuan rumah program ini, setelah sebelumnya dilaksanakan di berbagai kota dunia seperti Barcelona, Brisbane, Dubai, Manila, Madrid, dan Toronto.

Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta, terdiri dari delapan anak dengan kondisi neurodiverse autisme beserta pendamping, guru dan orang tua.

Menurut General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati menyatakan, partisipasi aktif bandara dalam program ini merupakan bagian dari transformasi layanan yang lebih humanis dan berorientasi pada kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.

“Kami percaya bahwa bandara adalah ruang publik yang harus dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Melalui dukungan terhadap program Travel Rehearsal, kami ingin memastikan anak – anak berkebutuhan khusus dan keluarga mereka memiliki pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan aman,” ujarnya.

Nugroho menjelaskan bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berkomitmen penuh untuk menjadi bandara yang inklusif kepada seluruh masyarakat.

“Berbagai fasilitas penunjang, seperti kursi roda, akses lift khusus dan toilet khusus kami pastikan selalu dalam keadaan prima dan laik untuk beroperasi setiap saat. Petugas frontliner kami juga telah dibekali kemampuan bahasa isyarat melalui pelatihan khusus, sehingga penumpang dengan kondisi tuli dapat terbang dengan nyaman,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mengikuti simulasi menyeluruh proses perjalanan udara, mulai dari kedatangan di drop zone terminal internasional, proses check-in, pemeriksaan keamanan, imigrasi, boarding, pengalaman berada di dalam kabin pesawat, hingga proses kedatangan dan pengambilan bagasi.

Simulasi ini dirancang untuk membantu anak – anak neurodiverse mengenali tahapan perjalanan udara dan mengurangi potensi kecemasan akibat stimulasi sensorik yang tinggi di lingkungan bandara dan saat di dalam pesawat.

“Apresiasi kami sampaikan kepada Emirates atas inisiasi ini. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh positif dalam pelayanan kebandarudaraan di Indonesia,” ujar Nugroho.

Sementara itu, Country Manager Emirates Indonesia Majid Al Falasi mengucapkan terima kasih kepada para mitra yang telah berkontribusi dalam inisiatif ini, termasuk PT JAS Airport Services (GHA), PT Angkasa Pura Indonesia, Otoritas Imigrasi, Karantina dan Bea Cukai, Otoritas Bandara Wilayah IV, serta Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Denpasar.

“Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan pentingnya Bali sebagai destinasi global, tetapi juga menegaskan komitmen Emirates terhadap perjalanan inklusif di seluruh jaringan penerbangannya,” tuturnya.

Sebagai bagian dari komitmen layanan untuk seluruh pengguna jasa, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memberikan pelayanan khusus kepada penyandang disabilitas, orang sakit, ibu hamil, lansia, dan anak – anak.

Bagi pengguna jasa yang membutuhkan asistensi selama berada di bandara, dapat menghubungi Contact Center 172 untuk permohonan pelayanan khusus. B

Komentar

Bagikan