
Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang melakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan terhadap ratusan sarana perkeretaapian di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng dan DIY).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana yang akan dioperasikan dalam kondisi andal dan memenuhi standar keselamatan, seiring dengan meningkatnya jumlah perjalanan dan penumpang saat periode mudik.
Ramp check dilakukan terhadap berbagai jenis sarana, mulai dari lokomotif, kereta yang ditarik lokomotif hingga kereta berpenggerak sendiri, seperti Kereta Rel Diesel (KRD) dan Kereta Rel Listrik (KRL).
Pemeriksaan meliputi cek badan kereta berpenggerak sendiri sesuai ketentuan, peralatan operasional dan peralatan pemantau di kabin masinis, kondisi ruang penumpang, sistem pengereman, perlengkapan keselamatan, peralatan penunjang, temperatur bearing hingga riwayat perawatan terakhir.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang Rudi Pitoyo menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.
“Kami memastikan seluruh sarana yang beroperasi pada masa Angkutan Lebaran telah melalui pemeriksaan sesuai standar keselamatan yang berlaku. Tidak ada kompromi dalam aspek keselamatan. Masyarakat berhak mendapatkan perjalanan yang aman, nyaman dan selamat,” tuturnya.
Dia menambahkan, peningkatan intensitas perjalanan saat Lebaran 2026 menuntut kesiapan sarana yang lebih optimal dibandingkan hari biasa, sehingga pengawasan dilakukan secara menyeluruh dan detail.
“Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada aspek visual, tetapi juga pada sistem teknis dan kelengkapan peralatan keselamatan. Kami ingin memastikan setiap perjalanan berjalan dengan risiko yang terkendali,” ungkapnya.
Melalui ramp check ini, BTP Semarang berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan rasa tenang, mengetahui bahwa sarana yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan pemerintah. B



