PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo merombak susunan pengurus perusahaan dengan menunjuk Achmad Muchtasyar sebagai Direktur Utama (Dirut) menggantikan Arif Suhartono.
Selain mengubah posisi pimpinan, Pelindo juga menambah jabatan Wakil Direktur Utama dengan mengangkat Drajat Sulistyo, kemudian Prasetyadi ditunjuk menjadi Direktur Operasi, menggantikan Putut Sri Muljanto, lalu untuk posisi Direktur Komersial ditempati oleh Farid Padang.
Sementara itu, Boy Robyanto yang sebelumnya menjabat Direktur Investasi kini ditunjuk menjadi Direktur Manajemen Risiko.
Hendri Ginting diangkat menjadi Direktur Kelembagaan, serta Prasetyo menjadi Direktur Pengembangan Usaha, sedangkan direksi lainnya tidak mengalami perubahan, seperti Dwi Fatan Lilyana sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, Bachtiar Soeria Atmadja sebagai Direktur Keuangan, dan M Suriawan Wakan sebagai Direktur Teknik.
Berikut susunan terbaru jajaran Direksi Pelindo:
Direktur Utama: Achmad Muchtasyar
Wakil Direktur Utama: Drajat Sulistyo
Direktur SDM dan Umum: Dwi Fatan Lilyana
Direktur Manajemen Risiko: Boy Robyanto
Direktur Keuangan: Bachtiar Soeria Atmadja
Direktur Teknik: M Suriawan Wakan
Direktur Komersial: Farid Padang
Direktur Pengembangan: Prasetyo
Direktur Operasi: Prasetyadi
Direktur Kelembagaan: Hendri Ginting
Sebelum menjadi Dirut Pelindo, Achmad Muchtasyar merupakan Wakil Direktur Utama (Wadirut) Pertamina Patra Niaga (PPN), anak usaha PT Pertamina (Persero). Ia ditunjuk menduduki posisi ini sejak Juli 2025.
Sebelum menjadi Wadirut Pertamina Patra Niaga, dia pernah menjabat sebagai Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Achmad dilantik oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi Dirjen Migas pada 16 Januari 2025, namun dinonaktifkan pada 10 Februari 2025, jadi dia hanya menjabat kurang dari sebulan.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Achmad pernah menjabat sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN pada tahun 2021 – 2023 dan Direktur Pengembangan Usaha di PT Rekayasa Industri pada tahun 2020 – 2021.
Dia memulai karier sebagai Procurement Service Analyst di ExxonMobil pada tahun 2001 – 2003, kemudian bergabung ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan mengisi berbagai jabatan.
Pada tahun 2015 – 2016 Achmad berkarier di perusahaan pipa baja milik Bakrie Brothers, PT Bakrie Metal Industry (BMI) sebagai Chief Business Development Officer (CBDO).
Selain itu, dia juga sempat menjabat sebagai Tenaga Ahli Kementerian Perhubungan, khususnya bertugas sebagai spesialis layanan transportasi laut, kemaritiman dan tol laut pada tahun 2019 – 2020.
Dari sisi pendidikan, Achmad memperoleh gelar Sarjana Teknik Perminyakan (S1) dari Universitas Trisakti pada tahun 1997, serta gelar Master of Science (S2) di bidang Industrial Engineering dari University of New Haven, Amerika Serikat, pada tahun 2000.
Dia kemudian melanjutkan pendidikan di bidang hukum dan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Bhayangkara Jaya pada tahun 2020, serta mengambil Program Profesi Insinyur – Universitas Gajah Mada pada 2023. B




