PTDI dan Sari Bahari Jajaki Ekspansi Pasar Global Roket Nasional

Produk roket yang dipasarkan. (dok. ptdi)
Bagikan

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Sari Bahari menandatangani Letter of Intent (LoI) penjualan roket nasional saat ajang Singapore Airshow 2026 di Singapura.

Dokumen ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi dan Pengembangan PTDI Moh. Arif Faisal, serta Vice President Director PT Sari Bahari Putra Prathama Nugraha.

Kesepakatan ini mencakup rencana kerja sama penjualan roket kaliber 70 mm dan 80 mm, sekaligus penjajakan peluang pemasaran bersama untuk kedua jenis roket tersebut ke pasar internasional.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas jangkauan distribusi produk roket nasional, meningkatkan eksposur di pasar global dan memperkuat daya saing industri pertahanan Indonesia di tingkat internasional.

Arif Faisal menyatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok global industri pertahanan.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi perluasan pasar internasional produk roket nasional, sekaligus meningkatkan nilai tambah melalui sinergi kapabilitas antarpelaku industri pertahanan dalam negeri,” ujarnya dikutip dalam rilis PTDI.

Lebih lanjut, inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen PTDI dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguatan portofolio produk, peningkatan skala bisnis dan perluasan jejaring mitra strategis, baik di dalam maupun luar negeri.

Sebagai lead integrator industri dirgantara nasional, PTDI memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan dan integrasi sistem senjata, termasuk pada platform udara dan sistem pendukungnya.

Dengan kapabilitas rekayasa, pengujian, serta sertifikasi yang dimiliki, PTDI terus mengembangkan perannya tidak hanya sebagai produsen pesawat, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan sistem persenjataan terpadu.

Kerja sama dengan PT Sari Bahari diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing produk pertahanan nasional di pasar global. B

 

 

Komentar

Bagikan