Konstruksi Fase 2A Lin Utara Selatan Lampaui Target per Januari 2026

Pekerja konstruksi sedang mengamplas sambungan rel. (dok. jakartamrt.go.id)
Bagikan

Pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan melampaui target per 25 Januari 2026, yaitu mencapai 56,88% dari target 55,76%.

Pada akhir tahun 2026, PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan mencapai 65%.

Sejauh ini, target penyelesaian Segmen 1 Bundaran HI – Monas pada tahun 2027 dan Segmen 2 hingga Kota pada tahun 2029.

Pada paket kontrak CP201, perkembangannya telah mencapai 91,46% dari target 91,07%.

Sejumlah pekerjaan utama di Stasiun Thamrin, seperti jet grout pada Entre 1 dan Entre 3, pengecoran kolom dan dinding, serta pekerjaan arsitektural finishing dinding pada Entre 4 suar penyejuk suar ventilasi (CTVT), penggalian di Entre 6, pengecoran tangga Entre 7 dan Entre 8, instalasi homogenous tile, dinding ACP, serta metal ceiling pada level beranda peron dan peron, serta instalasi Elevator 6 dan Elevator 7, hydrant box, perpipaan, ducting, dan cable tray masih terus dilaksanakan.

Di Stasiun Monas, pekerjaan reinstatement Entre 1 Jalan Museum, pengecoran struktur flood shutter door Entre 2, finishing arsitektur pada koridor Entre 2, instalasi skylight steel structure Entre 2, coring dwall untuk TBM docking di shaft Selatan Stasiun Harmoni, dan instalasi travelator, escalator dan elevator Entre 1, AHU, ducting, serta Partial Acceptance Test untuk perlengkapan mekanikal, elektrikal, dan pipa (MEP) terus berjalan.

Pada area konstruksi Stasiun Harmoni, Sawah Besar dan Mangga Besar, pembangunan telah mencapai 62,47%.

Pekerjaan utama seperti pemotongan king post, water proofing hingga protection concrete atap stasiun masih berjalan.

Mesin bor terowongan 1 (TBM 1) masih terus membangun terowongan dari Mangga Besar menuju Sawah Besar (southbound), sedangkan TBM 2 telah menyelesaikan pembangunan northbound dan persiapan breakthrough di sisi selatan Stasiun Glodok.

Pada paket kontrak CP203 Glodok dan Kota, pembangunannya telah mencapai 82,00%.

Dengan pekerjaan utama seperti arsitektural dinding stasiun, instalasi pipa dan kabel hingga persiapan breakthrough di sisi utara Stasiun Mangga Besar.

Di luar pekerjaan sipil membangun stasiun, paket kontrak CP205 menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Pekerjaan pengelasan rel seksi satu (Section 1 Bundaran HI – Harmoni) menggunakan teknik flashbutt welding telah selesai dan pengecoran concrete trackbed segmen Bundaran HI – Thamrin telah mencapai 25%.

Paket kontrak CP206 rolling stock masuk ke tahap inception design. Paket kontrak CP207 automatic fare collection sedang dalam proses evaluasi teknis proposal calon kontraktor.

Fase 2A Lin Utara Selatan akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI -Harmoni yang ditargetkan selesai pada tahun 2027 dan segmen dua Harmoni – Kota yang ditargetkan selesai pada tahun 2029.

Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang, sedangkan Fase 2B yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).

Berbeda dengan Fase 1, Fase 2A dibangun sekaligus dengan mengembangkan kawasan stasiun dengan konsep kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD).

Pembangunan dengan konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur stasiun MRT Jakarta saja, tapi juga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan, serta ruang publik yang akan mengoptimalkan akses terhadap transportasi public, sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang. B

 

 

 

 

Komentar

Bagikan