
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi jadi salah satu daerah tujuan favorit nasional pada masa libur Lebaran tahun 2026.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, penting untuk menyiapkan semua aspek khususnya yang berkaitan dengan sarana dan prasarana transportasi dengan matang.
“Jadi, pergerakan masyarakat dari dan menuju DIY dapat berjalan aman, lancar, nyaman dan terkendali,” jelasnya.
Menurut Menhub, DIY merupakan salah satu tujuan utama pergerakan masyarakat pada masa libur Lebaran, baik untuk mudik maupun wisata.
Peningkatan arus kendaraan dan mobilitas antarmoda di wilayah ini, lanjutnya, memerlukan kesiapan yang terencana dan terkoordinasi.
“Karena itu, melalui pertemuan ini, kami ingin memastikan seluruh aspek operasional, pengendalian lalu lintas, serta pelayanan transportasi dapat kita siapkan secara terpadu sebelum masa libur berlangsung,” ujar Menhub saat bertemu Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Paku Alam X di Kantor Gubernur DIY, Kamis (19/2/2026).
Dia menjelaskan, Provinsi DIY menempati posisi keempat sebagai provinsi tujuan favorit nasional saat masa libur Lebaran tahun 2026.
Menurut survei, 8,2 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan di wilayah ini selama periode tersebut.
Sejumlah simpul transportasi di wilayah Yogyakarta juga diprediksi akan jadi yang terpadat selama masa libur Lebaran tahun ini.
Stasiun Tugu Yogyakarta menempati urutan pertama sebagai stasiun tujuan terpadat dengan prediksi jumlah penumpang sebanyak 867.000 orang, diikuti Stasiun Lempuyangan dengan prediksi jumlah penumpang sebanyak 551.000 penumpang.
Adapun Yogyakarta International Airport (YIA) menempati peringkat keempat sebagai bandara tujuan terpadat dengan prediksi jumlah penumpang sebanyak 513.000 orang.
Menhub menambahkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Angkutan Lebaran 2026 kembali mengadakan program mudik gratis untuk membantu masyarakat agar dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berpotensi besar menyebabkan kepadatan lalu lintas.
“Dalam konteks ini, DIY jadi salah satu daerah tujuan yang dilayani oleh program tersebut,” ungkapnya
Kemenhub menyediakan 401 unit bus untuk mengangkut 15.834 penumpang dan 8 unit truk untuk mengangkut 240 sepeda motor pada periode arus mudik pada 16 – 18 Maret 2026 dan arus balik tanggal 24-25 Maret 2026.
Terminal Giwangan jadi salah satu lokasi keberangkatan truk pada masa arus balik.
Selain itu, untuk moda kereta api, Kementerian Perhubungan menyediakan kursi untuk 28.182 penumpang dan 11.900 sepeda motor pada periode arus mudik pada 13 – 19 Maret 2026 dan arus balik pada 24 – 30 Maret 2026, yang melayani lintas Utara, lintas Tengah dan lintas Selatan.
Stasiun Lempuyangan jadi stasiun tujuan pada lintas Tengah dan lintas Selatan dalam program angkutan motor gratis.
“Kami berharap Pemprov Yogyakarta dapat memberikan dukungan dalam hal menyediakan akses yang mudah bagi para pemudik untuk menuju simpul transportasi seperti terminal, stasiun hingga bandara dan layanan angkutan feeder pada lokasi mudik gratis,” tutur Menhub.
Pada kesempatan ini, Menhub juga membahas pengoperasian tol fungsional Prambanan – Purwomartani guna mendukung kelancaran arus mudik, khususnya yang menuju DIY.
Exit Tol Purwomartani akan menjadi titik akhir, sehingga berpotensi menjadi simpul pertemuan arus kendaraan dari jalan tol menuju jaringan jalan nasional dan arteri.
Dengan kondisi seperti itu, lanjut Menhub, terdapat potensi penumpukan dan kepadatan kendaraan, terutama pada puncak arus mudik dan balik.
“Karenanya, perlu pengawasan lalu lintas secara intensif, rekayasa lalu lintas di sekitar tol, koordinasi antara Korlantas, Dishub, dan Pengelola Jalan Tol, serta penempatan personel dan sarana pendukung di lapangan,” ungkapnya.
Kemudian, Menhub juga meminta Pemeirntah provinsi (Pemprov) DIY untuk mengantisipasi kemacetan yang disebabkan oleh pasar tumpah di sejumlah titik, seperti Pasar Bendungan, Pasar Mangiran Srandakan dan Pasar Demangan.
Antisipasi juga perlu dilakukan pada sejumlah lokasi wisata, seperti Malioboro, Kaliurang, Parangtritis, Pantai Baron, dan beberapa titik lainnya.
“Terkait pasar tumpah, perlu pengendalian dan pengaturan hambatan samping arus kendaraan di jalan nasional. Begitu pun di tempat wisata, perlu manajemen arus lalu lintas yang terpadu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dari dan ke sekitar lokasi wisata,” ujar Menhub.
Berikutnya, dia juga membahas perlintasan sebidang dan sebaran titik rawan bencana yang ada di wilayah DIY.
Menhub menuturkan bahwa saat ini telah dilakukan penambahan penjaga lintasan dan koordinasi dengan Pemprov DIY, serta pihak-pihak terkait untuk penanganan bencana, seperti banjir, longsor, maupun daerah rawan gunung merapi.
“Di Yogyakarta terdapat perlintasan sebidang sebanyak 46 titik, di mana saat ini telah dilakukan penambahan sebanyak 8 penjaga untuk meningkatkan pengawasan,” katanya.
Meskipun jumlah perlintasan sebidang di wilayah ini relatif sedikit, dia menambahkan, tapi tetap perlu kewaspadaan ekstra untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada masa libur Lebaran.
Guna memastikan kelancaran pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2026, Menhub juga meminta Pemprov DIY agar memberikan sejumlah dukungan pada beberapa aspek.
Salah satunya dengan diadakannya Posko Pelayanan dan Monitoring Angkutan Lebaran guna memastikan kesiapan armada dan simpul transportasi, serta pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi.
Menurut Menhub, hal lain yang juga diperlukan adalah penyediaan informasi seputar mudik yang memadai bagi masyarakat, termasuk sosialisasi keselamatan berkendara, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi.
“Tidak hanya itu, perlu disampaikan pula informasi terkait cuaca dan kepadatan lalu lintas kepada masyarakat secara berkala,” tegasnya.
Turut hadir dalam pertemuan ini, Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, Sekretaris Daerah Provinsi DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, dan Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti. B



