Kehadiran moda raya terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) di Jakarta telah mengubah perspektif dan peran moda transportasi publik selam ini.
Bukan sekadar mengangkut orang, MRT Jakarta berhasil mengubah budaya mobilitas masyarakat perkotaan, seperti berdisiplin, tertib dan antre saat berada di area publik.
Komisaris Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Heru Budi Hartono mengatakan, begitu juga dengan infrstruktur yang terkoneksi dengan bangunan dan transportasi publik lainnya.
Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam siniar (podcast) Jakarta Signal: Membaca Signal Masa Depan Jakarta dengan topik Pengembangan, Layanan Publik dan Kemacetan.
Dia didampingi oleh Komisaris PT MRT Jakarta (Perseroda) Sudarmanto.
Dalam siniar berdurasi 30 menit tersebut, Heru menyebutkan bahwa keberhasilan MRT Jakarta menjalankan mandatnya tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk menghadirkan layanan berkelas internasional.
“Pemerintah sangat menyadari bahwa membangun sistem transportasi publik harus dilakukan secara komprehensif dan tidak bisa berdiri sendiri. Saya melihat pemerintah Jakarta, melalui kepemimpinan Pramono Anung, punya komitmen besar terhadap pengembangan sistem transportasi publik terintegrasi tidak hanya di Jakarta, tapi juga di area sekitarnya,” ujarnya.
Dia menambahkan, fasilitas yang sudah dibangun sudah semestinya dijaga bersama, terutama oleh masyarakat, dan bukan semata tugas dari PT MRT Jakarta (Perseroda).
“Pemerintah Provinsi Jakarta memiliki tagline kampanye dan gerakan multidimensi #JagaJakarta yang bertujuan untuk mengajak masyarakat berkolaborasi menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas publik,” jelasnya.
Sudarmanto menjelaskan bahwa MRT Jakarta sangat mendorong integrasi antarmoda transportasi publik.
“Melalui pembangunan kawasan berorientasi transit (transit-oriented development), MRT Jakarta mengembangkan kawasan di sekitar stasiun agar menyediakan akses pejalan kaki dan interkoneksi yang aman dan nyaman,” tuturnya.
Dengan ini, kata Heru, masyarakat dapat dengan mudah berpindah moda transportasi publik atau menjelajahi Jakarta.
Menjelang tujuh tahun operasionalnya, sejak Maret 2029, MRT Jakarta telah mengangkut lebih dari 182 juta pelanggan (per akhir 2025).
Kini, MRT Jakarta sedang membangun Fase 2A Lin Utara Selatan dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Kota yang ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2027 untuk segmen hingga Monas dan tahun 2029 hingga Kota. B




