Presiden Siapkan Pelabuhan dan Bandara Khusus Ekspor Koperasi Merah Putih

Aktivitas jasa kepelabuhanan yang dilaksanakan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang. (dok. pelindo)
Bagikan

Presiden Prabowo Subianto menyatakan, komitmen pemerintah untuk memangkas hambatan ekspor bagi pelaku usaha di daerah melalui penguatan infrastruktur strategis.

Pemerintah berencana membuka akses langsung ke pelabuhan dan bandara bagi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar mampu menembus pasar internasional tanpa hambatan regulasi yang berbelit.

Presiden mengungkapkan bahwa pembangunan ekosistem Koperasi Merah Putih telah mencapai tahap signifikan.

Sebanyak 30.000 unit koperasi disiapkan menjadi fondasi baru rantai pasok nasional yang dilengkapi dengan gudang hingga fasilitas pendingin (cold storage).

“Setiap koperasi punya gudang, punya cold storage, punya gerai-gerai. Di situ akan ada farmasi desa murah, obat generik akan sampai, akan ada klinik desa, akan ada gerai untuk super micro financing, untuk membantu menghilangkan peran daripada rentenir,” jelasnya seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenko Perekonomian.

Menurut Presiden, infrastruktur tersebut dirancang untuk memutus rantai distribusi yang panjang dan menghilangkan ketergantungan pada tengkulak.

Dengan model terintegrasi, petani, peternak dan nelayan dapat langsung memasok produk ke koperasi, sehingga nilai tambah ekonomi benar – benar dinikmati oleh produsen dibawah.

Terkait dengan ekspansi pasar, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan mempermudah regulasi agar daerah yang memiliki potensi unggulan dapat melakukan ekspor secara mandiri.

“Kalau dia mampu, kita akan permudah akses kepada ekspor. Dia bisa ekspor langsung. Kita akan buka pelabuhan – pelabuhan, lapangan – lapangan terbang boleh ekspor langsung. Kita akan permudah regulasi, supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar,” tuturnya.

Selain menjadi motor ekspor, Koperasi Merah Putih berfungsi sebagai pusat layanan sosial dan finansial.

Kehadiran gerai farmasi murah dan fasilitas super micro financing bertujuan untuk menurunkan beban hidup masyarakat dan memberantas praktik rentenir yang selama ini menjerat pelaku usaha ultra-mikro.

Kepala Negara memastikan bahwa penyaluran barang subsidi ke depannya akan dilakukan langsung melalui Koperasi Merah Putih untuk menutup celah kebocoran distribusi.

Program ini didanai melalui optimalisasi Dana Desa yang telah dialokasikan selama satu dekade terakhir. B

 

Komentar

Bagikan