Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong Prambanan Shiva Festival berkembang sebagai agenda unggulan pariwisata nasional yang memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual kelas dunia.
Menurut Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, festival yang berpuncak pada perayaan Mahashivaratri ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna, sekaligus menggerakkan ekosistem ekonomi masyarakat sekitar.
Event budaya seperti ini, turut menggerakkan pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM), pekerja seni, perhotelan dan sektor jasa pariwisata di kawasan sekitar.
“Dari sisi kepariwisataan, Prambanan Shiva Festival diharapkan menjadi program unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Ni Luh Puspa saat menghadiri upacara Mahashivaratri di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mahashivaratri menjadi puncak rangkaian Prambanan Shiva Festival yang telah berlangsung sejak 17 Januari 2026.
Hari suci terpenting bagi umat Hindu ini diperingati melalui berbagai ritual sakral dan kegiatan budaya yang merefleksikan nilai spiritual, harmoni, serta toleransi.
Salah satu rangkaian utama adalah Festival Dipa dengan penyalaan ribuan dipa yang diiringi bunyi alat musik damaru, menciptakan suasana magis dan khusyuk di kawasan candi.
Momen ini melambangkan persatuan umat dalam doa serta harapan akan kedamaian dan kesejahteraan dunia.
Atraksi video mapping yang membalut Candi Prambanan turut menghadirkan pengalaman visual yang memperkuat pesan spiritual dan kebersamaan.
“Ini menjadi simbol kebersamaan dalam harmoni spiritual dan toleransi antarumat beragama,” kata Wamenpar.
Dia menambahkan, tren pariwisata global kini bergerak menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Wisatawan tidak lagi sekadar mencari hiburan, tetapi pengalaman yang memberi kedekatan dengan lingkungan, budaya dan masyarakat lokal.
Sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1991 dan mahakarya arsitektur Hindu abad ke-9 Masehi, Candi Prambanan memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman spiritual tourism dan pilgrimage tourism yang semakin relevan secara global.
Data menunjukkan jumlah umat Hindu dunia meningkat sekitar 12% dalam satu dekade terakhir, dengan 99% berada di kawasan Asia-Pasifik.
Hal ini menegaskan pentingnya pengelolaan situs suci dan warisan budaya seperti Prambanan, bukan hanya sebagai daya tarik wisata, tetapi juga sebagai ruang spiritual yang dihormati masyarakat dunia.
“Kita harapkan agenda, seperti Prambanan Shiva Festival ini mampu menghidupkan Candi Prambanan, bukan sekadar sebagai monumen, tetapi sebagai living monument yang kita jaga bersama kesakralannya,” ungkapnya.
Selain upacara Mahashivaratri, rangkaian puncak festival juga diisi kegiatan MICE melalui International Conference – Prambanan Shiva Festival yang berlangsung di Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan dan menghadirkan narasumber dari berbagai negara. B




