KAI Akan Reaktivasi Jalur Bersejarah Kedungjati – Tanggung

Stasiun Kedungjati di wilayah Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. (dok. wikipedia.org)
Bagikan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mendorong reaktivasi jalur relasi Kedungjati – Tanggung, yang berlokasi di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.

Jalur yang telah lama nonaktif ini pada dasarnya memiliki nilai historis dan potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dalam kunjungannya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, jalur tersebut merupakan bagian dari agenda strategis perusahaan dalam mendorong reaktivasi jalur.

“Jalur Kedungjati – Tanggung merupakan bagian dari sejarah awal perkeretaapian Indonesia dan termasuk koridor tertua dalam pembangunan jaringan rel nasional,” ujarnya dalam keterangannya.

Bobby bersama dengan jajaran manajemen mengevaluasi kondisi stasiun, aset prasarana dan kebutuhan teknis yang diperlukan untuk mendukung proses reaktivasi.

Menurutnya, evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur dan potensi pengembangan kawasan berbasis ekonomi local, serta pariwisata heritage.

Bobby menjelaskan bahwa reaktivasi jalur ini memiliki arti strategis dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan wilayah.

“Reaktivasi jalur Kedungjati – Tanggung membuka akses ekonomi baru, memperluas mobilitas masyarakat dan mendorong pengembangan kawasan yang memiliki potensi di sektor pertanian, kehutanan, serta pariwisata sejarah,” ungkapnya.

Wilayah Kedungjati dan sekitarnya dikenal sebagai sentra pertanian, serta kawasan hutan jati yang memiliki potensi wisata alam.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Grobogan tahun 2025, tingkat pengangguran terbuka di tingkat kabupaten tercatat 3,23%, dengan jumlah penduduk Kecamatan Kedungjati sekitar 45.000 jiwa dan Kecamatan Tanggungharjo sekitar 43.000 jiwa.

Konektivitas transportasi yang memadai diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Selain potensi ekonomi, jalur ini memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat.

Stasiun Tanggung dikenal sebagai salah satu stasiun tertua dengan arsitektur khas Swiss Chalet, sedangkan Stasiun Kedungjati memiliki bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting perkembangan perkeretaapian nasional.

“Jalur ini adalah bagian dari titik awal sejarah perkeretaapian Indonesia. Pelestarian heritage harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” tutur Bobby.

Dia memastikan, KAI akan menghadirkan transportasi berbasis rel yang memperkuat konektivitas wilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi local dan menjaga warisan sejarah perkeretaapian nasional.

“Setiap pengembangan jalur harus disertai standar operasional yang ketat agar masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujar Bobby. B

 

Komentar

Bagikan