KAI Siapkan Lebih dari 1,2 Juta Tempat Duduk selama Angkutan Lebaran 2026

Para penumpang tengah bersiap memasuki gerbong kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. (dok. kai)
Bagikan

Pemerintah memperkuat stimulus ekonomi nasional pada Triwulan I/2026 melalui kebijakan pengelolaan mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Transportasi publik diposisikan sebagai instrumen strategis untuk menjaga kelancaran pergerakan orang, mendukung aktivitas ekonomi dan memperluas pemerataan manfaat pembangunan selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah mengoptimalkan perjalanan masyarakat melalui kebijakan diskon tarif transportasi pada periode libur Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Idulfitri.

“Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, mendorong pariwisata dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya saat Konferensi Pers Stimulus Ekonomi Triwulan I dan Kesiapan Angkutan Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta.

Berdasarkan evaluasi pemerintah, mobilitas masyarakat pada Lebaran dan Idulfitri 2025 mencapai 154,62 juta orang, sedangkan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tercatat 110,43 juta orang, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 5,11%.

Atas dasar tersebut, pemerintah pada tahun 2026 kembali memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.

Untuk moda kereta api, pemerintah menetapkan diskon tarif sebesar 30% bagi perjalanan pada periode 14 – 29 Maret 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat dan keterkelolaan mobilitas nasional selama Lebaran 2026.

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaksanakan penugasan melalui penyediaan layanan Angkutan Idulfitri 1447 Hijriah dengan fokus pada kesiapan kapasitas, kelancaran perjalanan, serta implementasi kebijakan pemerintah.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, KAI memastikan kebijakan diskon stimulus dari pemerintah dapat diakses masyarakat secara tertib melalui sistem penjualan resmi.

“Dalam mendukung kebijakan diskon stimulus 30% dari pemerintah, KAI menyiapkan lebih dari 1,2 juta tempat duduk selama Angkutan Lebaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui kanal resmi penjualan mulai sore ini,” ujarnya.

Seiring dengan kebijakan tersebut, KAI juga menyiapkan 660.000 seat kereta api tambahan selama Angkutan Lebaran 2026 untuk memperluas pilihan perjalanan dan membantu pengelolaan arus mudik dan balik.

“Tiket kereta api tambahan mulai dapat dipesan melalui platform penjualan resmi, seperti aplikasi Access by KAI, mulai 11 Februari 2026 pukul 00.01 WIB,” jelas Anne.

Hingga 10 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 848.188 tiket kereta api reguler telah terjual untuk periode keberangkatan 11 – 27 Maret 2026, memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal.

Berdasarkan data sementara, volume pemesanan tertinggi tercatat pada 24 Maret 2026 (69.724 tiket), disusul 23 Maret (68.904 tiket), 19 Maret (66.201 tiket), dan 18 Maret (64.127 tiket).

Di luar tanggal tersebut, ketersediaan tiket masih terbuka.

Relasi favorit sementara didominasi koridor utama Jawa, seperti Gambir – Yogyakarta, Gambir – Semarang Tawang dan Pasarsenen – Lempuyangan, yang mencerminkan peran kereta api sebagai tulang punggung mobilitas antarkota saat mudik.

“KAI mendukung kebijakan pemerintah dalam pengelolaan Angkutan Idulfitri 2026. Kami mengajak masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini agar mudik berlangsung tertib, aman dan nyaman,” tutur Anne. B

 

Komentar

Bagikan