Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyiapkan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Cawang, Jakarta Timur dan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Menurut Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota Nirwono Joga, ada beberapa yang sedang dalam persiapan, seperti Cawang dan juga ada Pasar Baru.
“Pemprov Jakarta telah menyiapkan rencana detail terkait tata ruang Jakarta, termasuk kawasan transit yang tengah dikembangkan untuk lima tahun ke depan,” kata di Blok M Hub Gojek, Jakarta.
Selain Blok M, pengembangan kawasan berorientasi transit juga difokuskan pada sejumlah kawasan lainnya, yakni Lebak Bulus, Fatmawati, Dukuh Atas, Bundaran HI, Harmoni, dan Kota Tua.
Pengembangan kawasan transit tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian di lingkungan sekitar dan mendorong penggunaan transportasi publik.
“Harapannya, nanti semakin banyak TOD – TOD yang dikembangkan, ini menjadi pusat – pusat pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Menurut informasi yang terhimpun, Pemprov Jakarta berencana menghadirkan trayek Transjakarta menuju Pasar Baru, yang segera direvitalisasi secara besar – besaran.
Kebijakan itu diambil guna menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan menarik lebih banyak warga ke kawasan ikonik di Jakarta Pusat tersebut.
Selain akses transportasi, kawasan Pasar Baru juga akan ditata kembali, dengan berfokus pada kemudahan parkir, perbaikan pedestrian dan peningkatan kenyamanan pengunjung.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi revitalisasi kawasan bersejarah di Jakarta, selain Glodok yang segera diperbaiki setelah proyek MRT selesai.
Kawasan berorientasi transit MRT Jakarta dikembangkan di sembilan titik strategis di sepanjang jalur Fase 1, yang meliputi Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M – Sisingamangaraja, Istora – Senayan, Dukuh Atas, Bundaran HI, Bendungan Hilir, Kota Tua, dan Setiabudi.
Area tersebut mengintegrasikan hunian, komersial, dan pedestrian dengan akses stasiun Mass Rapid Transit (MRT). B




