Keamanan Bandara Soekarno-Hatta Diperketat Jelang Imlek 2026

Petugas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten. (dok. angkasapura)
Bagikan

Polresta Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta mempertebal keamanan di bandara tersibuk di Indonesia tersebut menjelang perayaan Imlek 2026, juga memfokuskan perhatian pada titik – titik rawan kemacetan.

“Kita libatkan ada kurang lebih mungkin 140-an personel, di luar termasuk juga yang di pos – pos Polsek sektor di masing – masing Terminal 1, 2 dan 3,” kata Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terkait.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir yang bisa merendam akses jalan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

“Di musim hujan ini kadang – kadang ada genangan di depan Hotel Ibis Style. Kami juga sudah koordinasi dengan stakeholder untuk menyiapkan pompa air yang dapat membantu segera mengeringkan sehingga jalan dapat digunakan di tiga jalur itu, termasuk juga nanti di terminal pemberangkatan,” tuturnya.

Sebagai otoritas keamanan di wilayah bandara, Polresta Bandara Soetta akan meningkatkan pengawasan di beberapa subsektor selama libur Imlek 2026, dengan tujuannya untuk mengantisipasi potensi gangguan dan ancaman kamtibmas di kawasan bandara.

“Kami akan mempertebal anggota kami di lapangan untuk dapat melayani para pengguna jasa penerbangan,” tegasnya.

Sementara itu, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Banten memperketat masuknya hewan dari India melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten untuk mengantisipasi masuknya virus Nipah ke Indonesia.

Menurut Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten Duma Sari Margaretha Harianja, untuk dari negara yang sedang outbreak, India sudah melarang hewan – hewan masuk ke Indonesia berupa kelelawar dan babi.

Selain hewan, Duma menuturkan, pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan atas masuknya tumbuhan dari negara yang tertular virus Nipah, khususnya India.

“Kami juga menerapkan biosecurity dan penggunaan alat pelindung diri dalam setiap pelaksanaan tindakan karantina guna menjaga resiko penularan yang ada pada petugas,” jelasnya.

Duma menjelaskan, sebagai penguatan pengawasan, pihaknya bakal mengatur strategi yang akan difokuskan di titik – titik kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta.

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten telah mempersiapkan langkah untuk mewaspadai tiap penyakit yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, melalui aplikasi All Indonesia.

Pada aplikasi itu, lanjut Duma, penumpang sebelum tiba di Indonesia diminta untuk isi salah satunya adalah barang bawaannya. B

 

Komentar

Bagikan