Indonesia – Afrika Selatan Perkuat Kemitraan Strategis Bidang Pariwisata

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Indonesia dan Afrika Selatan di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta. (dok. kemenpar)
Bagikan

Indonesia dan Afrika Selatan sepakat memperkuat sinergi di berbagai bidang strategis pariwisata, menandai babak baru komitmen kedua negara dalam membangun sektor pariwisata yang tangguh, inklusif dan berkelanjutan.

Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Menpar Widiyanti menjelaskan, kerja sama ini berlandaskan kesepakatan pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan yang ditandatangani di Jakarta pada 20 April 2015, yang menjadi fondasi penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

“MoU ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, pertukaran budaya, serta penguatan pemahaman antarmasyarakat kedua negara,” katanya.

Sebelum penandatanganan MoU, kedua menteri melaksanakan pertemuan bilateral untuk membahas langkah tindak lanjut guna memastikan implementasi kerja sama berjalan efektif.

Pertemuan tersebut juga membahas mekanisme kolaborasi konkret untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan kedua negara, termasuk fasilitasi visa, penguatan konektivitas udara dan promosi pariwisata bersama.

Dalam MoU tersebut, Indonesia dan Afrika Selatan sepakat meningkatkan kolaborasi pada sejumlah bidang strategis, antara lain pengembangan pariwisata berkelanjutan, pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas, pemasaran dan promosi pariwisata, investasi sektor pariwisata, penguatan standar keamanan dan layanan pariwisata termasuk manajemen krisis, studi, serta penelitian dan pengembangan pariwisata, serta bidang kerja sama lain yang disepakati bersama.

Selain itu, kedua negara juga menjajaki kerja sama promosi destinasi unggulan dan hidden gems, gastronomi, serta fesyen sebagai bagian dari penguatan diplomasi budaya yang melibatkan masyarakat kedua negara.

Kemitraan Indonesia dan Afrika Selatan turut menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia-Afrika yang digelar di Bandung pada tahun 1955, yang menegaskan pentingnya solidaritas, saling menghormati dan kolaborasi antarnegara di kawasan Selatan global.

Penguatan kemitraan bilateral, Menpar menambahkan, menjadi langkah nyata dalam meneruskan semangat tersebut.

“Kedua negara meyakini penandatanganan MoU ini akan memperkuat kerja sama pariwisata bilateral sekaligus membuka peluang bagi pengembangan sektor pariwisata yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tangguh,” tuturnya.

Menpar Afrika Selatan Patricia de Lille menyambut baik penguatan kemitraan kedua Negara dan menilai Indonesia dan Afrika Selatan memiliki kedekatan hubungan historis yang kuat.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini akan semakin memperdalam hubungan antara kedua negara,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Patricia juga menyampaikan Pemerintah Afrika Selatan sedang mereformasi sistem visa.

Masyarakat Indonesia kini dapat mengajukan visa secara daring melalui perangkat digital dengan proses kurang dari 24 jam.

Dia juga mengundang agen perjalanan dan operator tur Indonesia untuk mengikuti program Familiarization Trip ke berbagai destinasi wisata Afrika Selatan.

Patricia menambahkan, Afrika Selatan berkomitmen mengembangkan pariwisata halal dan pariwisata berbasis digital.

Pemerintah Afrika Selatan akan bekerja sama dengan Muslim Judicial Council dan otoritas terkait guna memastikan wisatawan Muslim merasa aman, serta nyaman selama berkunjung.

Data menunjukkan sebanyak 30.000 wisatawan Afrika Selatan mengunjungi Indonesia pada tahun 2025, sedangkan kunjungan wisatawan Indonesia ke Afrika Selatan tercatat sekitar 3.000 orang.

“Sebagai bagian dari kolaborasi ini, kami ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di kedua negara. Masyarakat Indonesia akan selalu disambut dengan hangat di Afrika Selatan,” ungkap Patricia.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohammad, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, serta Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Hariyanto. B

 

Komentar

Bagikan