
Japan International Cooperation Agency (JICA) terkesan dengan desain stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, karena menampilkan ornamen dan budaya lokal sebagai ciri khas stasiun.
Hal tersebut disampaikan oleh Executive Senior Vice President JICA Headquarters Katsura MIYAZAKI saat mengunjungi area konstruksi Stasiun Monas, Jakarta.
Dia menilai bahwa MRT Jakarta tidak melupakan ornamen dan budaya lokal sebagai ciri khas stasiun meskipun MRT Jakarta menghadirkan infrastruktur dan layanan yang modern.
Menurutnya, hal seperti ini akan memberi nilai baik dan rasa kepemilikan, serta kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dan pengguna MRT Jakarta.
“Satu hal yang sangat berkesan bagi saya ialah ornamen budaya yang disematkan sebagai bagian dari desain stasiun MRT Jakarta. Di Tokyo, Jepang, tidak banyak stasiun yang menerapkan hal serupa. Bagi saya, penyematan ornamen budaya akan memberikan kebanggaan kepada masyarakat, terutama pengguna layanan MRT Jakarta,” jelasnya di area konstruksi Stasiun Monas, Jakarta.
Miyazaki merujuk kepada ilustrasi bunga melati (jasminum sambac) sebagai puspa bangsa yang melambangkan kesucian, keanggunan dan kebersamaan yang tergambar pada atap Stasiun Monas.
Dia dan koleganya berkunjung ke Indonesia untuk melihat langsung perkembangan pembangunan konstruksi Fase 2A dan layanan MRT Jakarta Fase 1 yang telah beroperasi sejak tahun 2019.
Pada area konstruksi Stasiun Monas, Miyazaki diterima langsung oleh Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina dan berdiskusi terkait perkembangan pembangunan Fase 2A dan persiapan pembangunan Fase 1 Tahap 1 MRT Lin Timur Barat.
Selain terkesan dengan penggunaan ornamen lokal, dia juga menilai bahwa kehadiran moda raya terpadu (mass rapid transit) di Jakarta telah mengubah cara dan budaya bermobilitas masyarakat.
Menurut Miyazaki, masyarakat dapat berpindah tempat ke tempat tujuannya dengan aman dan nyaman melalui kehadiran MRT Jakarta.
Selain mengunjungi area konstruksi Stasiun Monas, Miyazaki dan tim juga berkesempatan mencoba MRT Jakarta dari Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta ke Stasiun Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia.
Kunjungan kerjanya dilanjutkan dengan mengunjungi depo Lebak Bulus. Di area depo, dia berdiskusi dengan Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Mega Tarigan dan berkesempatan untuk mengunjungi dan melihat langsung proses pemeliharaan fitur – fitur kereta di area workshop. B



