Layanan Angkutan Perintis DAMRI di wilayah Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah kini telah resmi beroperasi dan melayani mobilitas masyarakat secara reguler.
Setelah peresmian layanan angkutan perintis yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas I Jawa Tengah pada Januari 2026, layanan Angkutan Perintis DAMRI di Karimunjawa resmi beroperasi dan mulai melayani masyarakat sejak 1 Februari 2026.
Layanan ini melayani rute utama Pelabuhan Karimunjawa – Bandara Dewadaru–Desa Kemujan – Pelabuhan Legon Bajak (pergi pulang/pp), sekaligus menjangkau sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas masyarakat di Karimunjawa.
Dengan tarif yang ditetapkan sebesar Rp7.000 per perjalanan, layanan ini dihadirkan untuk mendukung mobilitas harian masyarakat, termasuk akses ke pelabuhan, bandara, pasar, dan kawasan permukiman, dengan moda transportasi yang aman, serta nyaman.
DAMRI mengoperasikan armada berjenis Hiace berkapasitas 14 penumpang, yang dilengkapi fasilitas AC, GPS tracking dan kamera pengawas guna memastikan standar keselamatan, serta kenyamanan selama perjalanan.
Layanan Angkutan Perintis DAMRI di Karimunjawa melayani perjalanan dengan jadwal keberangkatan sebagai berikut.
Untuk arah Karimunjawa menuju Legon Bajak, layanan beroperasi pada pukul 06.00 WIB, 07.00 WIB, 08.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, dan pukul 15.00 WIB.
Sementara itu, untuk arah Legon Bajak menuju Karimunjawa, layanan tersedia pada pukul 05.00 WIB, 06.00 WIB, 08.00 WIB, 09.00 WIB, 11.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, dan pukul 15.00 WIB.
Sebagai informasi, layanan ini menghubungkan wilayah – wilayah yang selama ini belum terlayani angkutan umum secara memadai, khususnya di kawasan kepulauan.
Angkutan perintis ini melayani lintasan sepanjang kurang lebih 55 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 90 menit dan melewati sejumlah titik permukiman, serta pusat aktivitas warga di Pulau Karimunjawa.
Melalui layanan angkutan perintis ini, kata Head of Corporate Communication DAMRI P. Septian Adri S., DAMRI berupaya menghadirkan akses transportasi publik yang lebih terjangkau dan fleksibel bagi masyarakat Karimunjawa, khususnya untuk mendukung aktivitas harian warga di kawasan kepulauan.
“Kami berharap layanan ini bisa menjadi bagian dari dukungan untuk rutinitas mobilitas masyarakat Karimunjawa, sekaligus mendukung konektivitas wilayah kepulauan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui operasional layanan ini, DAMRI hadir sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik yang mendukung keterhubungan wilayah kepulauan, sekaligus memperkuat aksesibilitas antartitik penting di Karimunjawa dengan tarif yang terjangkau dan layanan yang andal. B




