Pelni Perkuat Koordinasi dengan TNI Angkatan Laut

Pertemuan jajaran PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) dengan jajaran TNI Angkatan Laut (AL). (dok. pelni.co.id)
Bagikan

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) melakukan audiensi dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Wisma Elang Laut, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Utama Pelni Tri Andayani didampingi Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Pelni Heri Purnomo, serta Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni Kokok Susanto.

Menurut Andayani, audiensi ini merupakan bagian dari kolaborasi antara BUMN dengan TNI untuk memperkuat tata kelola keamanan dan keselamatan pelayaran di lingkungan Pelni.

“Kami berterima kasih kepada KASAL beserta jajarannya atas kesempatannya untuk bersilaturahmi dan berdiskusi terkait dukungan TNI AL dalam menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran. Kami percaya kolaborasi ini akan semakin memperkuat konektivitas nasional,” ujarnya.

Kolaborasi antara Pelni dan TNI Angkatan Laut (AL) diwujudkan melalui penugasan personel TNI AL di berbagai lini operasional Pelni.

Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 377 personel TNI AL telah terlibat dalam 111 voyage pengamanan di atas kapal Pelni, yang mencakup pendampingan pada 14 unit armada kapal.

Setiap voyage didukung oleh 3 personel hingga 5 personel TNI AL, dan pada periode peak season jumlah personel dapat ditingkatkan sampai dengan 6 orang per voyage.

Selain pengamanan di atas kapal, dukungan TNI AL juga hadir di darat melalui penempatan personel sebagai perwira penghubung.

Sebanyak 1 personel Perwira Tinggi (Pati) ditempatkan di Kantor Pusat Pelni dan 4 personel Perwira Menengah (Pamen) di kantor cabang.

Saat ini, terdapat pula 380 personel TNI AL yang bertugas di 43 cabang Pelni dan 32 personel di 13 Terminal Point Pelni.

Andayani menjelaskan, penugasan tersebut dilaksanakan dengan koordinasi yang baik antara TNI AL dan Pelni dan akan terus dievaluasi secara berkala agar tetap efektif dan sesuai dengan tujuan bersama.

“Kami optimis sinergi ini akan mewujudkan Pelni yang semakin aman, profesional dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran strategis transportasi laut dalam mendukung pembangunan nasional,” jelasnya.

Melalui sinergi yang erat dengan TNI Angkatan Laut dan stakeholders terkait, Pelni berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola keamanan, keselamatan pelayaran, serta ketahanan transportasi maritim nasional demi mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Nusantara.

Pelni adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 unit kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.

Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah Terpencil, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan (3TP), dengan kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute.

Pelni juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini Pelni mengoperasikan 8 trayek tol laut dan satu trayek khusus untuk kapal ternak. B

Komentar

Bagikan