PT Pelayaran Nasional Indonesia Persero (Pelni) menyiapkan peremajaan armada dengan menghadirkan 6 unit kapal pengganti hingga tahun 2030 guna menjaga keberlanjutan layanan angkutan laut nasional.
Menurut Direktur Utama Pelni Tri Andayani, peremajaan tersebut dilakukan untuk menggantikan kapal – kapal penumpang yang telah berusia di atas 30 tahun agar kinerja operasional tetap andal.
“Enam kapal ini disiapkan sebagai pengganti kapal lama, bukan untuk menambah jumlah kapal,” jelasnya dalam acara Evaluasi Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Rencana Kerja Pelni 2026 di Jakarta.
Dia menambahkan, peremajaan armada dilakukan secara bertahap dalam periode 2025 – 2030.
Sebelumnya, Pelni telah memulai proses pengadaan tiga kapal penumpang yang saat ini telah memasuki tahap desain pada periode 2025 – 2026.
Menurut Andayani, penggantian kapal menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga standar keselamatan, efisiensi operasional dan kenyamanan penumpang, terutama pada rute – rute dengan permintaan tinggi.
Saat ini, Pelni mengoperasikan 25 unit kapal penumpang, 30 unit kapal perintis, 8 unit kapal tol laut, 18 unit kapal rede, dan 1 unit kapal ternak yang melayani wilayah kepulauan di Indonesia.
Andayani menyebutkan, keenam kapal pengganti tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp10,8 triliun yang masih akan dibahas bersama pemegang saham.
“Skema pendanaannya masih kami bahas, termasuk opsi PMN (Penyertaan Modal Negara) maupun pembiayaan alternatif agar tidak membebani kinerja keuangan perusahaan,” tuturnya.
Dia menegaskan, peremajaan armada dilakukan untuk menjaga kapasitas layanan tetap optimal, seiring dengan usia teknis sejumlah kapal yang semakin tua.
Menurutnya, tanpa peremajaan, risiko gangguan operasional dan biaya perawatan akan meningkat, yang pada akhirnya berpotensi mempengaruhi kualitas layanan kepada masyarakat.
Pelni juga mempertimbangkan kesiapan galangan dan spesifikasi kapal agar sesuai dengan karakteristik pelabuhan dan perairan di Indonesia.
Selain faktor teknis, perusahaan memperhitungkan aspek efisiensi energi dan biaya operasional dalam desain kapal pengganti.
Andayani menambahkan, peremajaan armada menjadi bagian dari strategi jangka menengah perusahaan untuk menjaga konektivitas laut nasional.
“Kami ingin memastikan layanan tetap berjalan dengan standar keselamatan dan kenyamanan yang baik,” katanya.
Pelni memastikan rencana peremajaan tersebut akan diselaraskan dengan penugasan pemerintah dan kondisi keuangan perusahaan. B




