
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airpots) tengah fokus melakukan transformasi terhadap Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sebagai upaya memberikan daya tarik bagi wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus).
Menurut Direktur Teknik InJourney Airports Kristianto Eko Wibowo, upaya percantikan wajah bandara-bandara yang dikelola merupakan langkah strategis dalam mewujudkan target kunjungan sebanyak 96 juta penumpang.
“Fokus kami seperti bandara utama, yakni Bandara Soekarno-Hatta yang mencapai 63 juta penumpang, maka diupayakan untuk dilakukan revitalisasi dan beautifikasi untuk menuju ke 96 juta penumpang,” ujarnya usai menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR terkait dengan perhubungan pariwisata di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Dia menjelaskan, selain Bandara Soekarno-Hatta, InJourney Airports juga telah melakukan beautifikasi atau mempercantik dari wajah bandara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai menjawab tantangan atas keterlibatan dalam meningkatkan jumlah pariwisata di Indonesia.
“Di Bali juga dari 24 juta ke 32 juta penumpang untuk target dan yang sudah selesai baru ini, seperti di Makassar dari 5,5 juta menjadi 16 juta kunjungan penumpang,” katanya.
Kristianto menuturkan, upaya transformasi di sektor kebandarudaraan ini dilakukannya, karena merupakan wajah bangsa atau gateway of the nation.
Namun demikian, program transformasi yang dicanangkan oleh InJourney tersebut ditunjukkan secara fundamental yang meliputi aspek premises, process dan people.
“Tentunya ini merupakan upaya kami untuk memastikan bahwa saatnya nanti wisatawan itu datang dan bandara sebagai wajah pertamanya akan siap untuk menerima dan melayani terbaik,” ungkapnya.
Dalam hal ini, InJourney sebagai pengelola 37 bandara di Indonesia berkomitmen akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh, baik dari segi pelayanan, teknis hingga kapasitas guna bisa ikut berkontribusi dalam meningkatkan pariwisata.
“Tentunya ini tidak dilaksanakan sendiri oleh Airport, tapi kami membutuhkan semua pihak stakeholders, seperti Kementerian Pariwisata, maskapai dan AirNav. Harapannya melalui kolaborasi ini kita bisa sinergi untuk mencapai target wisatawan mancanegara bisa meningkat,” jelasnya. B



